Jakarta. Kominika Nusantara. Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan pemerataan pembangunan dengan membawa isu percepatan pembangunan infrastruktur jalan kawasan tertigal ke forum nasional, Kamis 23/07/2026.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pemaparan Rencana Aksi Kepala Daerah pada kegiatan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Di hadapan para kepala daerah dari berbagai wilayah Indonesia serta para pejabat dan widyaiswara BPSDM Kemendagri, Bupati mempresentasikan inovasi Gerakan Percepatan Konektivitas Jalan Kawasan Tertinggal Polewali Mandar (GERAK POLMAN).
Program ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dalam mempercepat pembangunan infrastruktur jalan, khususnya di Kecamatan Tubbi Taramanu (Tutar), yang hingga kini masih menghadapi tantangan konektivitas.
Dalam presentasinya, Bupati menegaskan bahwa pembangunan jalan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Infrastruktur jalan dinilai sebagai urat nadi pembangunan yang menghubungkan masyarakat dengan layanan pendidikan, kesehatan, pusat-pusat ekonomi, serta berbagai peluang peningkatan kualitas hidup.
“Kami ingin memastikan masyarakat di kawasan pegunungan dan wilayah tertinggal memperoleh kesempatan yang sama untuk menikmati pelayanan publik yang berkualitas dan akses ekonomi yang lebih baik. Pembangunan jalan bukan hanya membuka akses wilayah, tetapi juga membuka masa depan masyarakat,” tegas Bupati.
Ia menjelaskan, Kecamatan Tubbi Taramanu memiliki kondisi geografis berupa wilayah pegunungan dengan medan yang cukup berat sehingga masih mengalami keterbatasan aksesibilitas. Kondisi tersebut berdampak pada mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, akses terhadap pelayanan publik, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui GERAK POLMAN, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar telah menyusun strategi pembangunan yang selaras dengan arah kebijakan dalam RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2025–2029. Program ini mengedepankan pendekatan berbasis data, terintegrasi, serta kolaboratif dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat sebagai mitra pembangunan.
Dalam forum KPPD tersebut, Bupati juga memperjuangkan dukungan pemerintah pusat agar pembangunan infrastruktur jalan di kawasan tertinggal mendapatkan perhatian lebih besar melalui berbagai sumber pendanaan, seperti APBN, Dana Alokasi Khusus (DAK), Bantuan Keuangan Provinsi, maupun skema pembiayaan lainnya. Menurutnya, dukungan tersebut sangat dibutuhkan mengingat besarnya kebutuhan pembangunan yang belum sepenuhnya dapat dipenuhi oleh kemampuan fiskal daerah.
Selain fokus pada pembangunan fisik, GERAK POLMAN juga mengadopsi berbagai praktik terbaik yang diperoleh selama pelaksanaan KPPD, di antaranya penguatan tata kelola pembangunan, pemanfaatan teknologi Geographic Information System (GIS) dalam penentuan prioritas pembangunan, penguatan sistem monitoring dan evaluasi berbasis data, serta kolaborasi lintas sektor agar setiap program berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Keikutsertaan Bupati Polewali Mandar dalam KPPD menjadi bukti bahwa forum penguatan kapasitas kepemimpinan daerah juga merupakan ruang strategis untuk memperjuangkan kebutuhan riil masyarakat di tingkat nasional. Berbagai gagasan yang dipresentasikan diharapkan dapat memperoleh dukungan kebijakan, pendanaan, dan kolaborasi lintas pemerintah sehingga percepatan pembangunan kawasan tertinggal dapat segera terwujud.
Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar optimistis implementasi GERAK POLMAN akan menjadi salah satu pengungkit utama dalam meningkatkan konektivitas wilayah, mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal, memperluas akses pelayanan dasar, memperkuat daya saing daerah, serta mewujudkan pembangunan yang inklusif, merata, dan berkeadilan menuju Polewali Mandar yang Sehat, Cerdas, dan Maju.













