Polman, Komunika Nusantara. Kondisi memprihatinkan masih dialami SD Negeri (SDN) 023 Todang-Todang yang berada di Desa Todang-Todang, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Keterbatasan ruang kelas dan minimnya jumlah peserta didik membuat pihak sekolah harus menggabungkan beberapa tingkatan kelas dalam satu ruangan agar proses belajar mengajar tetap berlangsung.

Sejak berdiri, sekolah tersebut hanya memiliki tiga ruang kelas. Sementara itu, kegiatan belajar mengajar harus mengakomodasi siswa dari kelas I hingga kelas VI dengan jumlah keseluruhan hanya 20 orang.

Jumlah siswa di setiap tingkatan pun relatif sedikit. Kelas I dihuni dua siswa, kelas II empat siswa, kelas III lima siswa, kelas IV satu siswa, sedangkan kelas V dan kelas VI masing-masing berjumlah empat siswa.

Untuk mengatasi keterbatasan ruang, satu ruang kelas dibagi menjadi dua menggunakan sekat sederhana sehingga dua tingkatan kelas dapat belajar secara bersamaan. Kondisi ini menuntut kreativitas dan kesabaran para guru dalam memberikan pembelajaran yang efektif.

Di balik keterbatasan tersebut, semangat para tenaga pendidik tetap tinggi. SDN 023 Todang-Todang saat ini didukung oleh 12 orang tenaga kependidikan yang terdiri atas tujuh guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), empat guru honorer atau sukarela, serta satu operator sekolah.

Menariknya, tidak ada satu pun guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Seluruh tenaga pendidik juga berasal dari luar Desa Todang-Todang sehingga setiap hari harus menempuh perjalanan belasan hingga puluhan kilometer dengan kondisi jalan yang cukup menantang untuk dapat mengajar.

Kepala SDN 023 Todang-Todang, Sudarmi, menegaskan bahwa berbagai keterbatasan yang dihadapi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan.

“Hak pendidikan bagi anak-anak di pelosok Limboro harus tetap terpenuhi,” tegas Sudarmi.

Kondisi sekolah tersebut mendapat perhatian langsung dari Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud. Bupati turun langsung meninjau SDN 023 Todang-Todang untuk melihat kondisi bangunan sekolah, ruang belajar, serta menyapa para siswa dan guru.

Sudarmi menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar yang merespons cepat kondisi sekolahnya.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur karena Pemerintah Daerah, dalam hal ini Bapak Bupati Polewali Mandar, merespons positif dan langsung mengunjungi sekolah kami untuk melihat kondisi siswa serta bangunan sekolah,” ujarnya.

Sebagai langkah awal penanganan, Bupati Samsul Mahmud berkomitmen memberikan bantuan berupa tripleks untuk pembuatan sekat kelas yang lebih layak sehingga kegiatan belajar mengajar menjadi lebih nyaman. Selain itu, pemerintah daerah juga akan menyalurkan bantuan sepatu bagi seluruh siswa SDN 023 Todang-Todang.

Komitmen tersebut diharapkan menjadi awal dari peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah pelosok, sehingga seluruh anak di Kabupaten Polewali Mandar dapat memperoleh layanan pendidikan yang layak tanpa terkendala keterbatasan fasilitas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here