Polman, Komunika Nusantara. Kepala SMP Negeri 2 Wonomulyo menyambut positif pelaksanaan pendampingan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang dilaksanakan di sekolahnya. Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari sekitar 30 sekolah di Kabupaten Polewali Mandar, Rabu 12/08/2026.
Kegiatan ini dinilai penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi berbagai potensi bencana, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini.
Kepala SMP Negeri 2 Kunimgan Kecamatan Wonomulyo mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi pendampingan tersebut karena memberikan pemahaman kepada sekolah mengenai langkah pencegahan dan penanganan bencana.
“Sebagai Kepala SMP Negeri 2 kuningan Kecamatan Wonomulyo, saya sangat senang dengan adanya pendampingan Satuan Pendidikan Aman Bencana yang dilaksanakan di sekolah kami. Kegiatan ini diikuti kurang lebih 30 sekolah yang ada di Polewali Mandar,” ujarnya.
Menurutnya, edukasi kebencanaan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar guru dan peserta didik memiliki pengetahuan yang cukup ketika menghadapi situasi darurat.
Terlebih, kondisi cuaca pada bulan Agustus dinilai cukup ekstrem sehingga kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana, termasuk kebakaran, perlu ditingkatkan.
“Kita tahu kondisi cuaca pada bulan Agustus ini cukup ekstrem. Karena itu, langkah antisipasi sangat diperlukan. Kita berharap tidak terjadi apa-apa di wilayah kita, khususnya di Polewali Mandar dan Sulawesi Barat. Namun, upaya mengantisipasi bencana tetap harus terus dilakukan,” katanya.
Ia berharap BPBD Polewali Mandar dapat memberikan penyuluhan kebencanaan secara berkala di sekolah, minimal satu kali setiap semester.
“Kami berharap BPBD Polewali Mandar dapat terus memberikan penyuluhan di sekolah kami, minimal satu kali dalam satu semester, terutama terkait penanganan dan pencegahan bencana,” harapnya.
Selain aktif dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana, SMP Negeri 2 Wonomulyo saat ini memiliki sekitar 280 peserta didik dan terus mendorong pengembangan prestasi siswa di berbagai bidang.
Salah satu prestasi yang berhasil diraih peserta didik SMP Negeri 2 Wonomulyo adalah Juara I, II, dan III dalam Kejuaraan Karate Festival Piala Gubernur, Kapolda, dan Danrem 142 Sulawesi Barat Tahun 2026.
Prestasi tersebut menjadi salah satu bukti bahwa pembinaan peserta didik tidak hanya dilakukan dalam bidang akademik, tetapi juga melalui pengembangan bakat dan minat di bidang olahraga.
Kepala sekolah juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, BPMP, BPBD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Polewali Mandar, serta Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar atas dukungan terhadap pelaksanaan pendampingan SPAB.
“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi kegiatan ini. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus dilaksanakan sehingga sekolah, guru, dan peserta didik semakin siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana,” tuturnya.
Ia selanjutnya meminta para guru yang mengikuti pendampingan agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan di lingkungan sekolah dan diteruskan kepada peserta didik maupun orang tua.
Menurutnya, edukasi sederhana mengenai pencegahan bencana harus menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.
“Kalau terjadi gempa, misalnya, siswa harus mengetahui apa yang harus dilakukan. Begitu juga dengan kondisi cuaca ekstrem dan potensi kebakaran. Peserta didik dan orang tua perlu diingatkan untuk berhati-hati dalam menggunakan kompor di dapur, korek api, maupun benda-benda yang dapat memicu kebakaran,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat, khususnya para perokok, agar tidak membuang puntung rokok sembarangan serta memastikan api benar-benar padam sebelum dibuang.
“Hal-hal sederhana seperti mematikan api setelah menggunakan kompor, tidak bermain dengan korek api, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan merupakan bagian dari upaya pencegahan kebakaran yang harus terus kita edukasikan,” pungkasnya.













