Polman, Komunika Nusantara. Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II Non TPI Polewali Mandar, Sulawesi Barat, melantik 14 pegawai baru menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Penambahan personel tersebut diharapkan dapat memperkuat sumber daya manusia sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian kepada masyarakat.

Pelantikan 14 PNS tersebut berlangsung di Aula Kantor Imigrasi Polewali Mandar, Selasa (11/8/2026). Para pegawai baru merupakan lulusan SLTA angkatan 2025 yang kini mulai menjalankan tugas sebagai bagian dari jajaran Kanim Polman.

Kehadiran para pegawai baru, yang mayoritas berasal dari generasi Z, diharapkan membawa semangat dan pola kerja yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Mereka juga didorong untuk berkontribusi dalam menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, transparan, efektif, serta mudah diakses masyarakat.

Kepala Kantor Imigrasi Polewali Mandar, Heriyanu, mengatakan tambahan personel sangat dibutuhkan mengingat wilayah kerja Kanim Polman cukup luas dan mencakup tiga daerah.

“Penambahan personel ini sangat penting karena wilayah kerja kami cukup luas dan mencakup tiga daerah. Saat ini jumlah pegawai yang tersedia sebanyak 53 orang,” jelas Heriyanu.

Menurutnya, jumlah tersebut masih belum ideal untuk menjangkau seluruh wilayah kerja secara maksimal. Kebutuhan ideal pegawai di Kanim Polman diperkirakan berada pada kisaran 60 hingga 70 orang.

Keterbatasan jumlah personel, kata Heriyanu, menjadi salah satu tantangan dalam memperluas jangkauan pelayanan sekaligus menyebarluaskan informasi keimigrasian, khususnya kepada masyarakat yang berada di wilayah pelosok.

Selain keterbatasan sumber daya manusia, kondisi geografis juga menjadi tantangan tersendiri. Jarak tempuh yang cukup jauh menuju sejumlah wilayah, ditambah kondisi cuaca, menjadi faktor yang harus diperhitungkan dalam pelaksanaan pelayanan di lapangan.

Meski demikian, Kanim Polman terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia. Kehadiran 14 PNS baru diharapkan mampu memperkuat kinerja sekaligus menjadi energi baru dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan tambahan tenaga muda yang memiliki kemampuan beradaptasi terhadap teknologi, kami optimistis pelayanan keimigrasian ke depan dapat semakin responsif, transparan, dan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas,” tandas Heriyanu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here