MAMASA, Komunika Nusantara – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Polewali Mandar memperkuat sinergitas lintas instansi melalui Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) tingkat kecamatan untuk wilayah Kecamatan Mamasa dan Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Tongkonan, Kabupaten Mamasa, tersebut mengusung tema “Sinergitas TIMPORA Tingkat Kecamatan dalam Meningkatkan Pengawasan Orang Asing yang Efektif dan Berkelanjutan.”

Rapat koordinasi ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan komunikasi, koordinasi, dan pertukaran informasi antarinstansi dalam mengoptimalkan pengawasan terhadap keberadaan serta aktivitas warga negara asing di wilayah Kabupaten Mamasa.

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan Kantor Imigrasi Polewali Mandar, pemerintah Kecamatan Mamasa dan Kecamatan Balla, Polsek Mamasa dan Polsek Balla, Komando Rayon Militer Mamasa, pemerintah desa dan kelurahan, Kantor Urusan Agama (KUA), serta unsur Bhabinkamtibmas dan Babinsa di wilayah setempat.

Kepala Kantor Imigrasi Polewali Mandar diwakili oleh Hendra Saputra, selaku Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Kasi Tikim). Ia membuka kegiatan secara resmi sebelum dilanjutkan dengan diskusi, tanya jawab, serta pertukaran informasi antarpeserta.

Dalam pembahasan, peserta menegaskan pentingnya TIMPORA sebagai wadah koordinasi lintas instansi untuk menyamakan persepsi dan memperkuat pengawasan orang asing. Keterlibatan pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta aparat kewilayahan dinilai penting untuk memperoleh informasi awal terkait keberadaan dan aktivitas warga negara asing di lingkungan masing-masing.

Salah satu usulan yang mengemuka adalah pembentukan grup WhatsApp (WAG) anggota TIMPORA sebagai sarana komunikasi dan koordinasi. Melalui wadah tersebut, penyampaian informasi awal diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, terutama apabila ditemukan keberadaan atau aktivitas orang asing yang membutuhkan tindak lanjut sesuai ketentuan.

Rapat juga membahas karakteristik kunjungan warga negara asing ke Kabupaten Mamasa dalam dua tahun terakhir, yang meliputi sektor pariwisata, pendidikan, penelitian, dan kunjungan keluarga. Keberadaan desa wisata yang menerima kunjungan wisatawan mancanegara turut menjadi perhatian, khususnya dalam memastikan pengawasan berjalan efektif tanpa mengabaikan kenyamanan pengunjung.

Selain itu, peserta mendiskusikan berbagai persoalan di lapangan, mulai dari mekanisme pelaporan keberadaan orang asing, aktivitas tenaga pengajar asing di lembaga pendidikan dan keagamaan, hingga kerja sama sekolah dengan lembaga luar negeri.

Pembahasan turut mencakup pendampingan administrasi bagi masyarakat yang berencana melangsungkan perkawinan dengan warga negara asing serta kendala pemerintah desa dalam melakukan pendataan penduduk yang bekerja atau menetap di luar negeri, terutama terkait perubahan status kewarganegaraan.

Melalui forum koordinasi tersebut, Kantor Imigrasi Polewali Mandar memberikan ruang bagi seluruh peserta untuk menyampaikan kendala, berbagi informasi, dan memperjelas pemahaman mengenai definisi orang asing dalam perspektif keimigrasian. Forum ini juga menjadi sarana untuk mempertegas peran setiap instansi dalam mendukung pengawasan sesuai tugas dan kewenangannya.

Pengawasan orang asing, dalam pelaksanaannya, perlu berjalan seimbang dengan pelayanan. Selain memastikan kepatuhan terhadap ketentuan keimigrasian, upaya tersebut juga harus mendukung terciptanya rasa aman dan nyaman bagi wisatawan mancanegara serta mendorong perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Mamasa.

Kantor Imigrasi Polewali Mandar berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan pengawasan keimigrasian yang optimal. Sinergitas tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif bagi masyarakat maupun warga negara asing di Kabupaten Mamasa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here