Polman, Komunika Nusantara. Isu kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi mulai terdengar dan menuai penolakan di berbagai daerah, tanpa terkecuali di polewali mandar, Sulawesi Barat.

Gerakan mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang tergabung dalam Aliansi Semarak Polman (serikat mahasiswa & rakyat polewali mandar) ikut menolak kenaikan BBM, yang dimana akan berdampak ke masyarakat, adanya kenaikan harga bbm akan mengakibatkan kenaikan harga bahan pokok serta yang lainnya, seperti di ketahui bbm sendiri merupakan salah satu bahan yang penting untuk kehidupan sehari-hari masyarakat.

Kris Algifari sekjen dpc gmni polman mengatakan Banyak hal yg menjadi dampak dari naik nya harga BBM dimana ini berimbas ke harga sembako dimana harga nya pasti semakin mahal.Memang di daerah perkotaan harga sembako tidak terlalu berpengaruh akibat naiknya BBM, akan tetapi akan sangat berdampak untuk daerah daerah pelosok bisa di bayangkan harga jasa antar sudah pasti naik dan secara otomatis penjual juga menaikkan harga jualannya.

Dengan harga BBM naik maka masyarakat cenderung akan mengutamakan untuk membeli bahan bakar di banding dengan kebutuhan sekunder dan tersier mereka jatah untuk membeli barang seperti pakaian akan dialihkan untuk membeli bahan bakar. Hal ini membuat penurunan daya beli terhadap kebutuhan sekunder dan tersier dan mempengaruhi industry dibidang itu. Tambahnya.

Dalam aliansi semarak polman (SERIKAT MAHASISWA & RAKYAT POLEWALI MANDAR) tergabung beberapa okp yaitu LMND,SAPMA PP,PMII.
Ada empat poin yang menjadi tuntutan mahasiswa yakni Pertama, menolak wacana kenaikan BBM karena akan memicu inflasi dan dianggap akan menyengsarakan rakyat.
Kedua, Perlu ada revisi soal Perpres 191 2014 tentang penyediaan. Ketiga, pendistribusian jual eceran BBM untuk mempertegas yang berhak mendapatkan subsidi.
Keempat, mendesak pemerintah memberantas mafia BBM dan meminta agar DPRD Polman ikut menolak BBM bersubsidi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here