Polewali Mandar,Komunika Nusantara. Bupati Polewali Mandar (Polman), H. Samsul Mahmud, mengunjungi warga korban kebakaran di Desa Lampoko, Kecamatan Campalagian, Rabu (31/12/2025).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan para korban mendapatkan penanganan serta bantuan yang layak dari pemerintah daerah.
Kebakaran yang terjadi pada Jumat (26/12/2025) itu mengakibatkan dua rumah warga ludes terbakar, sementara dua rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Musibah tersebut menyebabkan sejumlah warga kehilangan tempat tinggal dan harta benda.
Dalam kunjungannya, Bupati Samsul Mahmud menyerahkan bantuan dana pribadi sebesar Rp15 juta kepada para korban. Bantuan tersebut dirinci sebagai berikut:
Bupati menegaskan bahwa kehadirannya di tengah warga terdampak bukan sekadar bersifat seremonial, melainkan sebagai wujud nyata komitmen pemerintah daerah untuk selalu hadir saat masyarakat menghadapi musibah.
“Saya hadir di sini untuk memastikan bahwa Bapak dan Ibu tidak sendirian menghadapi ujian ini. Pemerintah Kabupaten Polman akan selalu hadir di tengah-tengah warga, terutama saat terjadi musibah seperti ini,” tegas Samsul Mahmud.
Ia juga menambahkan bahwa bantuan yang diberikan, baik secara pribadi maupun melalui instansi terkait, merupakan bentuk empati dan tanggung jawab moral pemerintah kepada masyarakat.
“Rasa sakit yang Bapak-Ibu rasakan, kami di pemerintahan juga merasakannya. Bantuan ini adalah bentuk kepedulian saya pribadi sekaligus kewajiban pemerintah untuk meringankan beban masyarakat. Semoga bantuan ini dapat membantu mempercepat pemulihan dan memungkinkan warga kembali bangkit,” tambahnya.
Sejalan dengan arahan Bupati, Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Polman turut menyiagakan personel serta menyalurkan bantuan logistik kepada para korban, berupa:
– Tenda darurat dan perlengkapan tidur (karpet)
– Paket makanan siap saji dan sembako untuk kebutuhan harian.
Kehadiran langsung Bupati bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Polman di Desa Lampoko diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan, baik secara psikologis maupun material, bagi warga yang terdampak musibah kebakaran.














