Polman, Komunika Nusantara. Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menggelar Refleksi Akhir Tahun di Rumah Jabatan Bupati Polman, Rabu (31/12/2025). Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi kinerja sekaligus peneguhan arah pembangunan daerah ke depan.
Acara yang diinisiasi Sekretaris Daerah (Sekda) Polman, Nursaid Mustafa, dihadiri langsung oleh Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud, Wakil Bupati, serta seluruh pejabat Eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Polman.
Sinergi Pemerintah dan Tim ASSAMI
Refleksi akhir tahun kali ini memiliki nuansa berbeda. Pemkab Polman secara khusus mengundang Tim ASSAMI, relawan dan tim pemenangan pasangan H. Samsul Mahmud – Hj. Andi Nursami Masdar pada Pilkada lalu.
Kehadiran Tim ASSAMI dimaksudkan untuk memberikan perspektif langsung dari akar rumput terkait berbagai persoalan yang masih dirasakan masyarakat dan membutuhkan perhatian pemerintah daerah.
Kepala Dinas Kominfo SP Polman, Aco Musaddad HM, menyampaikan bahwa sejumlah isu krusial menjadi catatan penting dalam forum tersebut, di antaranya:
-Pelayanan Kesehatan, peningkatan kualitas layanan yang merata bagi seluruh masyarakat.
-Pendidikan, pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan hingga ke wilayah pelosok.
-Infrastruktur dan Lingkungan, pemerataan pembangunan jalan serta pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
-Ketenagakerjaan, penciptaan lapangan kerja bagi pemuda lokal.
-Citra Daerah, optimalisasi komunikasi publik serta pengelolaan isu di media sosial.
Berbagai masukan strategis lainnya.
Komitmen Menjawab dengan Kerja Nyata
Dalam sambutannya, Bupati Polman H. Samsul Mahmud menyampaikan apresiasi atas kritik dan saran yang disampaikan secara terbuka dan konstruktif.
“Pemerintah tidak akan menutup telinga terhadap kekurangan yang ada. Terima kasih atas seluruh masukannya. Kami akan terus berbenah dan mengevaluasi setiap kebijakan demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Polewali Mandar,” ujar Bupati Polman Samsul Mahmud.
Bupati juga memaparkan sejumlah capaian makro pembangunan daerah. Dalam kurun waktu 10 bulan sejak dilantik, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Polman mengalami peningkatan dari 69,88 poin pada 2024 (kategori sedang) menjadi 70,71 poin pada 2025 (kategori tinggi).
Selain itu, angka kemiskinan di Polman tercatat menurun signifikan dari 15,66 persen pada 2024 menjadi 14,02 persen pada 2025, menjadikan Polman sebagai daerah dengan penurunan kemiskinan paling signifikan di Sulawesi Barat.
Sekda Polman Nursaid Mustafa, yang memoderatori dialog, menutup sesi refleksi dengan pesan optimisme dan ajakan perubahan nyata.
“Mari kita jawab seluruh kritik dan masukan ini bukan dengan kata-kata, tetapi dengan kerja nyata untuk Polewali Mandar yang lebih baik di tahun 2026,” tegasnya.
Refleksi akhir tahun ini diharapkan menjadi titik tolak penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan Polman yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.












