Polman, Komunika Nusantaea. Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, menghadiri kegiatan silaturahmi petani dan panen jagung di Desa Batupanga Daala, Kecamatan Luyo, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bukti keberhasilan sektor pertanian jagung yang terus berkembang dan menjadi salah satu penopang ketahanan pangan di Kabupaten Polewali Mandar.
Lahan jagung yang dipanen saat ini mencapai sekitar 120 hektare. Dengan produktivitas rata-rata 5 hingga 7 ton per hektare dan harga jagung di tingkat petani berkisar antara Rp5.600 hingga Rp6.000 per kilogram, petani berpotensi memperoleh pendapatan puluhan juta rupiah dari setiap hektare lahan yang dikelola.
Dalam sambutannya, Bupati Samsul Mahmud memberikan apresiasi kepada para petani jagung di Desa Batupanga Daala atas kerja keras dan keberhasilan mereka meningkatkan hasil produksi pertanian.
“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada para petani jagung di Batupanga Daala. Hasil yang dicapai sangat luar biasa dan menjadi salah satu bentuk nyata dukungan terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Polewali Mandar.
Pemerintah daerah akan terus mendorong peningkatan produksi agar hasil pertanian semakin maksimal dan kesejahteraan petani terus meningkat,” ujar Samsul Mahmud.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kabupaten Polewali Mandar, Moh. Jumadil Tappalwali, Camat Luyo, Kepala Desa Batupanga Daala, para penyuluh pertanian, serta masyarakat dan kelompok tani setempat.
Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Polman, Moh. Jumadil Tappalwali, menjelaskan bahwa produktivitas jagung di Desa Batupanga Daala saat ini rata-rata mencapai 6-7 ton per hektare.
Menurutnya, hasil tersebut diperoleh meskipun sebagian besar petani hanya melakukan satu kali pemupukan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) yang masih terbatas dalam satu musim tanam.
“Saat ini harga jagung pipilan di tingkat petani sekitar Rp5.300-6000 per kilogram. Dengan produksi rata-rata 5-6 ton per hektare, potensi pendapatan kotor petani mencapai Rp 27′ – 30 juta per hektare.
Sementara biaya produksi yang meliputi benih, pupuk, dan pestisida berkisar Rp3,6 juta per hektare, sehingga potensi pendapatan bersih petani mencapai sekitar Rp23,9 juta per hektare,” jelasnya.
Ia menambahkan, luas pertanaman jagung di Kecamatan Luyo saat ini mencapai 120 hektare dengan potensi produksi sekitar 600 – 700 ton per musim tanam. Jika dihitung berdasarkan harga jagung saat ini, nilai ekonomi yang dihasilkan diperkirakan mencapai lebih dari Rp3,18 miliar dalam satu musim tanam.
Menurut Jumadil, produktivitas jagung masih dapat ditingkatkan hingga mencapai 10 ton per hektare apabila petani menerapkan teknik budidaya sesuai standar operasional prosedur (SOP), seperti melakukan pemupukan hingga tiga kali dan pengendalian OPT secara optimal.
Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar berharap pengembangan komoditas jagung terus meningkat sebagai salah satu sektor unggulan yang mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat petani.













