Polewali Mandar, Komunika Nusantara. Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, bersama tim dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia melakukan peninjauan langsung ke lahan bawang merah milik petani di Kecamatan Balanipa, Jumat (24/4/2026).
Peninjauan ini dilakukan sebagai respons atas kerusakan signifikan akibat serangan hama ulat yang memicu gagal panen di sejumlah area pertanian.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi secara faktual tingkat kerusakan tanaman serta merumuskan langkah penanganan yang tepat dan berkelanjutan.
Bupati Samsul Mahmud menegaskan bahwa kehadiran pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi persoalan pertanian di daerah.
Menurutnya, serangan hama ulat telah memberikan dampak ekonomi yang cukup besar terhadap petani, terutama dalam menurunnya produktivitas dan pendapatan. Selain itu, kondisi ini juga berpotensi mengganggu stabilitas ketahanan pangan daerah, khususnya di wilayah Polewali Mandar.
“Kehadiran Kementerian Pertanian diharapkan dapat menjadi penguat kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam merumuskan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, tim Kementerian Pertanian turut menyalurkan bantuan berupa pestisida ramah lingkungan kepada petani terdampak sebagai langkah awal pengendalian hama.
Sementara itu, Fungsional Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kementan RI, Maulidi Efendi, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan berbasis agen hayati dan teknologi pengendalian ramah lingkungan, seperti penggunaan perangkap hama dan pestisida biologis yang tidak mengandung bahan kimia sintetis.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya belum dapat membawa perangkat lampu perangkap akibat kendala teknis dalam perjalanan, namun akan diupayakan pengirimannya pada kesempatan berikutnya.
Lebih lanjut, Maulidi menegaskan bahwa meskipun bawang merah bukan termasuk komoditas utama dalam program ketahanan pangan nasional, komoditas tersebut tetap memiliki peran strategis dalam pengendalian inflasi.
“Fluktuasi harga komoditas hortikultura seperti bawang merah dan cabai memiliki kontribusi signifikan terhadap inflasi, sehingga tetap menjadi perhatian pemerintah,” jelasnya.














