Polman, Komunika Nusantara. Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (Disbuntarnak) tengah melakukan revitalisasi menyeluruh terhadap Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Breeding Center yang berlokasi di Desa Landi Kanusuang, Kecamatan Mapilli.
Revitalisasi ini menjadi langkah strategis Disbuntarnak Polman dalam mengembalikan fungsi utama fasilitas seluas 3,5 hektare yang berdiri sejak 2010 tersebut sebagai pusat penelitian, pengembangan (breeding), serta peningkatan mutu genetik ternak.
Sebagai bagian dari upaya awal, Disbuntarnak Polman bersama para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Kecamatan Luyo, Mapilli, dan Bulo menggelar kegiatan kerja bakti membersihkan dan menata kembali lingkungan UPTD Breeding Center.
Kepala Disbuntarnak Kabupaten Polewali Mandar, Jumadil, menegaskan bahwa UPTD Breeding Center tidak boleh hanya berfungsi sebagai tempat pemeliharaan sapi semata, melainkan harus menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan teknologi peternakan.
“Fungsi utamanya adalah breeding atau pembibitan. Kawasan ini harus menjadi laboratorium lapangan bagi tenaga teknis dan penyuluh peternakan sebelum ilmu dan inovasinya ditransfer kepada masyarakat,” ujar Jumadil, Jumat (23/1/2026).
Ia menjelaskan, melalui revitalisasi ini pihaknya tengah mengembangkan riset model Pertanian Terpadu atau Integrated Farming System. Konsep tersebut mengintegrasikan peternakan sapi, baik jenis Brahman maupun sapi lokal, dengan pengembangan tanaman hortikultura.
Dalam model yang diuji coba, kotoran ternak diolah menjadi pupuk organik untuk tanaman palawija, sementara limbah hasil pertanian dimanfaatkan kembali sebagai pakan ternak. Siklus ini diharapkan menciptakan sistem produksi yang efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
“Ini adalah model percontohan. Kita buatkan contoh konkretnya, termasuk perhitungan rencana bisnisnya. Kalau secara teknis dan ekonomis berhasil di UPTD, baru kita replikasi ke petani rakyat,” jelasnya.
Selain fokus pada pembibitan sapi, UPTD Breeding Center juga mulai melakukan diversifikasi objek penelitian dengan mengembangkan ternak berumur panen cepat, seperti Ayam Kampung Unggul
Balitbangtan (KUB) dan kambing. Langkah ini diambil untuk mencari formulasi usaha tani yang paling efisien dan menguntungkan bagi peternak di Polewali Mandar.
“Kita tetap menjaga fungsi utama pembibitan sapi, tapi lahan dimaksimalkan untuk komoditas lain. Harapannya, UPTD ini mampu mencetak standar kualitas bibit dan teknis budidaya yang bisa menyuplai kebutuhan pasar, termasuk mendukung program Makan Bergizi Gratis,” tambah Jumadil.
Untuk menunjang fungsi riset tersebut, Disbuntarnak Polman juga tengah membenahi infrastruktur pendukung, terutama ketersediaan air bersih yang sangat vital bagi keberlangsungan ekosistem breeding, khususnya saat musim kemarau.













