Polman, Komunika Nusantara. Transformasi digital di lingkungan sekolah terus didorong Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme tenaga pendidik.
Program Membangun Ekosistem Digitalisasi Terintegrasi kembali dilaksanakan di SMP Negeri 4 Polewali, Rabu (7/10/2026). Kegiatan ini tidak hanya diarahkan pada pemanfaatan perangkat dan aplikasi digital, tetapi juga pada perubahan budaya kerja sekolah agar semakin profesional, terukur, adaptif, dan berbasis data.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, H. Arifin Yambas, S.Sos., MM., hadir sekaligus memberikan sambutan dan arahan kepada jajaran sekolah, guru, serta tenaga kependidikan. Kehadirannya merupakan tindak lanjut atas undangan Kepala SMP Negeri 4 Polewali untuk membuka kegiatan tersebut.
Dalam arahannya, Arifin Yambas menegaskan bahwa digitalisasi pendidikan tidak boleh dimaknai sebatas penggunaan teknologi.
Menurutnya, teknologi harus menjadi instrumen yang membantu guru dalam merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses belajar mengajar, mendokumentasikan aktivitas, memantau perkembangan peserta didik, melakukan evaluasi, hingga menentukan langkah perbaikan.
“Digitalisasi jangan sampai justru menjadi beban tambahan bagi guru. Sistem yang dibangun harus menjadi alat bantu untuk memperkuat kinerja profesional guru,” ujar Arifin dalam arahannya.
Ia menjelaskan, ekosistem digital yang baik harus mampu mendorong sekolah membangun budaya kerja yang dimulai dari proses, dokumentasi data, membaca hasil, melakukan evaluasi, kemudian menentukan langkah perbaikan.
Karena itu, data yang dihasilkan sekolah tidak semestinya hanya berhenti sebagai bahan laporan administratif. Data harus mampu memberikan gambaran mengenai kehadiran peserta didik, keterlibatan dalam pembelajaran, perkembangan hasil belajar, hingga aktivitas profesional guru.
“Data harus kita manfaatkan untuk membaca kondisi yang sebenarnya. Dari sana kita bisa mengetahui apa yang sudah baik, apa yang masih perlu diperbaiki, dan intervensi apa yang tepat dilakukan,” jelasnya.
Arifin juga menekankan pentingnya membangun budaya pemanfaatan data yang positif di lingkungan sekolah. Data, kata dia, bukan instrumen untuk mencari kesalahan atau menghakimi guru, melainkan dasar untuk menemukan praktik baik, mendeteksi persoalan lebih awal, memberikan pendampingan, serta melahirkan inovasi baru.
Dengan pendekatan tersebut, transformasi digital diharapkan mampu melahirkan guru yang semakin kreatif, inovatif, adaptif, dan transformatif.
Keberhasilan program, lanjut Arifin, tidak cukup hanya diukur dari banyaknya guru yang menggunakan sistem digital. Hal yang lebih penting adalah sejauh mana pemanfaatan teknologi memberikan dampak terhadap kualitas pembelajaran, keterlibatan peserta didik, serta kemampuan sekolah melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
Dari sisi pengelolaan pendidikan, penerapan sistem digital juga diharapkan dapat memperkuat fungsi monitoring dan pembinaan oleh Dinas Pendidikan.
Ketersediaan data yang lebih cepat dan terukur akan membantu pemerintah daerah melihat perkembangan satuan pendidikan secara lebih objektif, mendeteksi berbagai persoalan sejak dini, sekaligus menentukan bentuk pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 4 Polewali, Kamal, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala Dinas Pendidikan serta dukungan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar terhadap pengembangan digitalisasi di sekolah.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi SMP Negeri 4 Polewali untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat dalam dunia pendidikan.
Bagi SMP Negeri 4 Polewali, program tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan pengenalan teknologi. Lebih jauh, kegiatan ini diarahkan untuk membangun komitmen bersama seluruh warga sekolah agar pemanfaatan teknologi benar-benar memberikan dampak terhadap pembelajaran maupun tata kelola sekolah.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi para guru untuk memperkuat kompetensi, berbagi pengalaman, mengevaluasi praktik yang telah berjalan, serta mencari solusi atas berbagai tantangan dalam penerapan digitalisasi pendidikan.
Arifin Yambas berharap SMP Negeri 4 Polewali dapat menjadi salah satu ruang pembelajaran dalam pengembangan transformasi digital pendidikan di Kabupaten Polewali Mandar.
Ia mendorong sekolah untuk berani mencoba, melakukan evaluasi, menyempurnakan sistem yang telah berjalan, serta membagikan praktik-praktik baik kepada satuan pendidikan lainnya.
Pada akhirnya, transformasi digital pendidikan di Polewali Mandar diarahkan bukan semata-mata untuk membangun sistem teknologi, tetapi untuk membangun budaya kerja baru, memperkuat profesionalisme guru, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menghadirkan tata kelola pendidikan yang lebih responsif terhadap kebutuhan zaman.













