Polman, Komunika Nusantara.Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar (Polman), H. Arifin Yambas, S.Sos., MM., menghadiri kegiatan Hari Belajar Guru melalui Komunitas Belajar (Kombel) “Sipakatau” di SD Negeri 066 Pekkabata.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Membangun Ekosistem Digitalisasi Terintegrasi”. Forum ini menjadi ruang bagi para guru untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat budaya kerja pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Dalam sambutannya, H. Arifin Yambas mengapresiasi inisiatif satuan pendidikan dan para guru dalam mengembangkan ekosistem digital di lingkungan sekolah. Menurutnya, digitalisasi pendidikan tidak boleh hanya dimaknai sebagai penggunaan perangkat, aplikasi, maupun jaringan internet.

“Digitalisasi harus membawa perubahan pada cara guru bekerja, mengelola pembelajaran, memberikan pelayanan, serta mengambil keputusan berdasarkan data,” ujar Arifin.

Ia menegaskan, teknologi harus menjadi alat bantu bagi guru, bukan menjadi beban tambahan. Pemanfaatan sistem digital diharapkan dapat membantu guru mendokumentasikan proses pembelajaran, memantau perkembangan peserta didik, melakukan evaluasi, serta menentukan langkah perbaikan secara lebih terukur.

Karena itu, Arifin mendorong tumbuhnya karakter guru yang kreatif, inovatif, adaptif, dan transformatif. Menurutnya, keberhasilan digitalisasi pendidikan tidak semata-mata diukur dari jumlah pengguna aplikasi atau banyaknya data yang terkumpul.

“Yang lebih penting adalah sejauh mana teknologi mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, keaktifan peserta didik, dan kemampuan sekolah melakukan perbaikan secara berkelanjutan,” katanya.

Arifin juga mengingatkan agar data yang dihasilkan melalui sistem digital tidak digunakan untuk mencari kesalahan ataupun menghakimi guru. Sebaliknya, data harus menjadi instrumen untuk mendukung pengembangan profesional guru, menemukan praktik baik, memberikan pendampingan, serta mendokumentasikan inovasi sekolah agar dapat diterapkan di lingkungan pendidikan lainnya.

Dalam konteks pengelolaan pendidikan, pemanfaatan data juga diharapkan dapat memperkuat pola monitoring dan pembinaan oleh Dinas Pendidikan. Dengan ketersediaan data yang lebih cepat dan terukur, berbagai persoalan di satuan pendidikan dapat dikenali lebih awal sehingga intervensi dan pengambilan kebijakan dapat dilakukan secara lebih tepat.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 066 Pekkabata dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Belajar Guru melalui Kombel “Sipakatau”.

Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang bagi para guru untuk terus belajar, berbagi pengalaman, meningkatkan kompetensi, sekaligus membangun ekosistem pembelajaran yang semakin baik.

Melalui Kombel “Sipakatau”, semangat kolaborasi antarguru diharapkan terus tumbuh. Guru tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu melahirkan gagasan dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan peserta didik serta perkembangan zaman.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama bahwa digitalisasi pendidikan harus bermuara pada peningkatan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru.

Teknologi, sebagaimana ditekankan Kepala Dinas Pendidikan Polman, bukan untuk menggantikan peran guru. Sebaliknya, teknologi diharapkan menjadi pengungkit agar guru dapat bekerja lebih efektif dan memahami kebutuhan peserta didik dengan lebih baik.

Dengan semangat Kombel “Sipakatau”, SD Negeri 066 Pekkabata diharapkan terus menjadi ruang belajar bersama bagi para guru, tempat berbagi praktik baik, berinovasi, dan membangun budaya mutu pendidikan secara berkelanjutan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here