Polman, Komunika Nusantara. Musim kemarau yang berkepanjangan di sejumlah wilayah mulai berdampak pada ketersediaan air bersih dan kebutuhan pertanian masyarakat. Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk meningkatkan ikhtiar, salah satunya dengan melaksanakan salat Istisqa sebagai bentuk doa dan permohonan kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan.

Sebagai bentuk ikhtiar bersama, MTs dan MI Al Irsyad Leteang melaksanakan salat Istisqa bersama masyarakat Desa Tenggelang. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh warga madrasah, masyarakat sekitar, serta sejumlah unsur Pemerintah Desa Tenggelang.

Salat Istisqa dipimpin oleh Muh. Nur Kahfi, S.Pd.I., M.Pd. sebagai imam. Kegiatan tersebut turut dihadiri Muh. Jumadil, utusan Yayasan Wakaf Yusuf Kalla.

Sementara itu, Abdul Fattah, S.Pd.I., selaku inisiator kegiatan, mengatakan bahwa pelaksanaan salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT di tengah kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang.

“Salat Istisqa ini merupakan ikhtiar kita bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang membawa keberkahan dan dapat memenuhi kebutuhan air masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi momentum untuk berdoa, tetapi juga menjadi pengingat bagi masyarakat agar senantiasa meningkatkan ketakwaan, memperbanyak istighfar, serta menjaga lingkungan dan sumber-sumber air yang masih tersedia.

Pelaksanaan salat Istisqa berlangsung dengan khidmat. Jamaah yang hadir terdiri atas warga MTs dan MI Al Irsyad Leteang, masyarakat sekitar, serta sejumlah unsur Pemerintah Desa Tenggelang.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat berharap musim kemarau yang berkepanjangan segera berakhir dan hujan dapat turun secara merata. Dengan demikian, kebutuhan air bersih masyarakat maupun kebutuhan pertanian dapat kembali terpenuhi.

Salat Istisqa ini sekaligus menjadi wujud kebersamaan antara lembaga pendidikan, masyarakat, dan pemerintah desa dalam menghadapi dampak kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat.ampak pada ketersediaan air bersih dan kebutuhan pertanian masyarakat. Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk meningkatkan ikhtiar, salah satunya dengan melaksanakan salat Istisqa sebagai bentuk doa dan permohonan kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan.

Sebagai bentuk ikhtiar bersama, MTs dan MI Al Irsyad Leteang melaksanakan salat Istisqa bersama masyarakat Desa Tenggelang. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh warga madrasah, masyarakat sekitar, serta sejumlah unsur Pemerintah Desa Tenggelang.

Salat Istisqa dipimpin oleh Muh. Nur Kahfi, S.Pd.I., M.Pd. sebagai imam. Kegiatan tersebut turut dihadiri Muh. Jumadil, utusan Yayasan Wakaf Yusuf Kalla.

Sementara itu, Abdul Fattah, S.Pd.I., selaku inisiator kegiatan, mengatakan bahwa pelaksanaan salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT di tengah kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang.

“Salat Istisqa ini merupakan ikhtiar kita bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang membawa keberkahan dan dapat memenuhi kebutuhan air masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi momentum untuk berdoa, tetapi juga menjadi pengingat bagi masyarakat agar senantiasa meningkatkan ketakwaan, memperbanyak istighfar, serta menjaga lingkungan dan sumber-sumber air yang masih tersedia.

Pelaksanaan salat Istisqa berlangsung dengan khidmat. Jamaah yang hadir terdiri atas warga MI Al Irsyad Leteang, masyarakat sekitar, serta sejumlah unsur Pemerintah Desa Tenggelang.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat berharap musim kemarau yang berkepanjangan segera berakhir dan hujan dapat turun secara merata. Dengan demikian, kebutuhan air bersih masyarakat maupun kebutuhan pertanian dapat kembali terpenuhi.

Salat Istisqa ini sekaligus menjadi wujud kebersamaan antara lembaga pendidikan, masyarakat, dan pemerintah desa dalam menghadapi dampak kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here