"/>

KomunikaNusantara.Com Parepare,Kamis malam, 21 November 2019 tiga kader Pemuda Muhammadiyah Parepare resmi mendaftarkan diri sebagai calon Rektor Universitas Muhammadiyah Parepare. Masing-masing adalah Dekan FKIP UM Parepare (Patahuddin, S.Pd., M.Pd.), Dekan FEBIS UM Parepare (Arham, S.E., M.Ak.) dan Dekan Fakultas Hukum UM Parepare (Asram AT Djaddah, S.H.I., M.Hum). Sejumlah pengurus PD. Pemuda Muhammadiyah Parepare hadir dan menyaksikan penyerahan berkas kesediaan calon Rektor UM Parepare Periode 2019-2023. Masing-masing calon secara bergiliran menyerahkan berkas kepada Ketua PD. Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Parepare untuk didaftarkan kepada panitia pemilihan yang malam itu diwakili oleh Badaruddin K, S.Pd., selaku Sekretaris Panitia Pemilihan.

Muhammad Naim selaku Ketua PDPM Parepare, menjelaskan bahwa para calon menyerahkan berkas terlebih dahulu kepada Pemuda Muhammadiyah tidak menjadi syarat, hal ini hanya dilakukan untuk menjawab kegelisahan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), ‘kemana potensi muda Muhammadiyah?’. Hal lainnya adalah menjadi sebuah kegembiraan bahwa di Muhammadiyah khususnya di Perguruan Tinggi Muhamamdiyah (PTM) kita memiliki masa depan yang cerah, karena potensi muda tidak pernah redup.

Pencalonan 3 kader Pemuda Muhammadiyah ini juga telah melalui diskusi yang kemudian melahirkan indikator kepantasan dicalonkan sebagai rektor. Sejak dari dulu Angkatan Muda layak memimpin Perguruan Tinggi Muhamamdiyah. Ketiga calon ini termasuk kader Pemuda Muhammadiyah terbaik, punya prestasi dan wawasan Al Islam Kemuhammadiyah, memiliki mitra jejaring yang luas, kompetensi akademik dan kepemimpinan berjenjang baik di Organisasi Otonom Muhammadiyah maupun di PTM yang tidak perlu diragukan.

Tujuan pencalonan ini bukan gagah-gagahan dan sekedar mengejar jabatan tertinggi di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), tetapi yang utama adalah pengabdian sebagai kader Angkatan Muda Muhammadiyah. Di Muhammadiyah dan khususnya di PTM, kita tidak sedang bekerja tetapi mengabdi untuk bangsa, umat dan persyarikatan. Memimpin perguruan tinggi ibarat memimpin sebuah negara, tidak cukup waktu 24 jam sehari untuk memikirkan perubahan di lingkungan perguruan tinggi, butuh kedewasaan dan kemampuan meneropong masa depan dimana kehidupan tidak pernah terpisah dari laju informasi dan teknologi. Dan, kebanyakan kaum muda lebih unggul untuk hal itu.

Beberapa pengurus Pemuda Muhammadiyah Parepare secara bergantian menambahkan, bahwa dalam pemilihan Rektor UM Parepare, kita tidak saling berkompetisi tetapi idealnya memberikan ruang dan kesempatan kepada generasi berikutnya, estafet pengabdian harus diteruskan dan kami (AMM) siap melanjutkan amanah. Sehingga, harapan besar harus dibangun bersama karena di PTM atau Muhammadiyah tidak ada ruang untuk pikiran politik praktis, apalagi menggunakannya sebagai sarana mencapai tujuan, di Muhammadiyah punya cara berdemokrasi yang unik dan unggul, tidak perlu menempuh cara yang lain, cukup mengikuti alur dan mekanisme yang sudah diatur, tegasnya.

Pemilihan Calon Rektor UM Parepare masih ditahap awal dengan melibatkan para senat, nanti akan meminta rekomendasi PW. Muhammadiyah Sul-Sel dan diteruskan ke PP. Muhammadiyah untuk ditetapkan. Harapan kami dari Pemuda Muhamamdiyah adalah hadirnya pemimpin/Rektor UM Parepare yang bisa bersinergi dengan potensi AMM, pemimpin yang menggembirakan dakwah Muhammadiyah di lingkungan perguruan tinggi, dan pemimpin yang mampu menyempitkan ruang perbedaan, membuka diri memberdayakan seluruh potensi untuk mencapai kemajuan PTM. Prosesi penyerahan berkas kesediaan calon rektor, kemudian diakhiri dengan mengenang cerita dan kisah para pendahulu/tokoh Muhamamdiyah Parepare, sarat dengan hikmah dan cukup menginspirasi, sesekali diselingi canda dan tawa.** /SB/Humas UM Parepare

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here