Polman, Komunika Nusantara. Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mendorong keterlibatan pengurus masjid dan masyarakat dalam membantu menuntaskan persoalan anak tidak sekolah (ATS) di daerah tersebut, Ahad 20/09/2026.

Ajakan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, H. Arifin Yambas, S.Sos., MM., saat mewakili Bupati Polman H. Samsul Mahmud dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Miftahul Anwar, Kandeapi, Kecamatan Tinambung.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Arifin mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak sekadar menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meneladani nilai-nilai kehidupan yang diajarkan Nabi, seperti kejujuran, amanah, keadilan, persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama.

“Peringatan Maulid merupakan momentum untuk menumbuhkan kembali kecintaan kita kepada Rasulullah, memahami keteladanan beliau, serta mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat dan pemerintahan,” ujar Arifin.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut semakin penting diterapkan di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat. Pembangunan daerah, kata dia, tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus ditopang oleh kualitas sumber daya manusia, keimanan, akhlak dan kepedulian sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Arifin secara khusus menekankan pentingnya peran masjid dalam pembinaan generasi muda sekaligus membantu pemerintah menangani persoalan pendidikan.

Ia mengatakan, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki potensi besar menjadi pusat pembinaan umat, pendidikan keagamaan, pembentukan karakter anak dan remaja serta penguatan kepedulian sosial.

Karena itu, ia mengajak pengurus masjid untuk ikut memperhatikan keberadaan anak-anak usia sekolah di lingkungan masing-masing, termasuk mereka yang sudah putus sekolah atau belum pernah mengenyam pendidikan.

“Kalau ada anak putus sekolah atau anak tidak sekolah di sekitar masjid, kami berharap pengurus masjid dapat menyampaikan datanya kepada pemerintah. Ini merupakan bentuk kolaborasi untuk membantu menuntaskan anak tidak sekolah di Polewali Mandar,” katanya.

Arifin menegaskan, penanganan ATS membutuhkan kerja bersama berbagai pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, sehingga keterlibatan keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, tokoh agama, pengurus masjid dan lingkungan sosial sangat diperlukan.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah memperoleh informasi mengenai keberadaan anak tidak sekolah secara lebih cepat dan akurat, sekaligus memudahkan proses intervensi sesuai kondisi masing-masing anak.

Arifin juga menyampaikan sejumlah program prioritas Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar di bidang pendidikan.

Pertama, penuntasan anak tidak sekolah dengan mendorong anak-anak yang telah keluar dari sekolah agar kembali memperoleh layanan pendidikan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Kedua, penguatan bantuan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu melalui Program Indonesia Pintar (PIP). Menurut Arifin, melalui komunikasi dan koordinasi yang intensif antara Pemkab Polman dan pemerintah pusat, Kabupaten Polewali Mandar memperoleh kuota sekitar 17 ribu peserta didik untuk mendapatkan bantuan pendidikan melalui program tersebut pada tahun 2026.

Penyerahan bantuan tersebut sebelumnya telah dilakukan secara simbolis dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 di Lapangan Pancasila, Polewali.

Program tersebut diharapkan dapat membantu peserta didik, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu, sehingga faktor ekonomi tidak menjadi hambatan dalam melanjutkan pendidikan.

Ketiga, pemerintah daerah mendorong pengembangan sekolah rujukan atau sekolah model/unggulan di setiap kecamatan. Program ini diarahkan untuk memperluas pemerataan mutu pendidikan sekaligus memberikan akses terhadap layanan pendidikan berkualitas di berbagai wilayah Polewali Mandar.

“Pendidikan menjadi salah satu fondasi utama pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah terus berupaya memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Arifin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga Polewali Mandar tetap aman, damai, religius dan memiliki semangat gotong royong.

Ia berharap momentum Maulid Nabi Muhammad SAW tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi sarana memperkuat persatuan, kepedulian sosial dan komitmen bersama dalam membangun sumber daya manusia.

“Marilah kita menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalankan amanah, mendidik keluarga, melayani masyarakat, serta membangun daerah yang kita cintai,” ujarnya.

Arifin juga mengajak masyarakat memperbanyak shalawat dan menjadikan peringatan Maulid sebagai momentum memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus kepedulian terhadap sesama.

“Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, keberkahan, kedamaian dan kemajuan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Polewali Mandar,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here