"/>

MAMASA, – Menyisipkan waktu di tengah-tengah kegiatan touring Ekspedisi Bumi Mandar 3 pada wilayah Kabupaten Mamasa. Hal tersebut dilakukan ,Ketua Aliansi Jurnalis Independen Indonesia (AJI) Kota Mandar/Sulbar, Muh.Ridwan Alimuddin guna  menghadiri kegiatan dialog interaktif di Kampus III Unasman Mamasa dengan tema, “Pentingnya Literasi Ditengah Kehidupan Masyarakat”.

Kegiatan yang prakarsai anggota AJI  di Kabupaten Mamasa bekerjasama Kampus III Unasman Mamasa tersebut diselenggarakan, di Pangkali, Desa Rambusaratu’, Kecamatan Mamasa , Rabu (22/7 ) tepat Pukul 14.22 -16.20 yang dihadiri 20 orang peserta terdiri dari beberapa jurnalis dan mahasiswa dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut Muh.Ridwan Alimuddin menyampaikan, “kegiatan literasi sebenarnya bukan saja hanya soal melapak buku namun bagaimana kita mempelajari persoalan yang ada dilingkungan tersebut dan memberikan solusi dan bicara soal minat baca, ada tiga hal bentuk buta huruf yakni, 1. Benar-benar tidak mengenali huruf, 2.Tidak Adanya Buku, 3. Hanya membaca buku satu jurusan saja

“tutur Ridwan yang juga pendiri Perahu Pustaka di Sulbar.

Seorang penggiat literasi kata Ridwan, sebenarnya tidak mempersiapkan diri sebagai guru ditengah masyarakat namun menjadi partner belajar terlebih menjadikan sebuah tempat sebagai kesempatan untuk mempelajari banyak hal, karenanya memiliki minat baca yang baik merupakan hal yang terpenting.

“Cara saya mencintai Sulbar yakni dengan menulis buku, sehingga saya sejak Tahun 2013 memiliki project pribadi dalam mengunjungi 41 Pulau di Sulbar lalu menuangkan dalam sebuah karya tulis dan masih ada 14 pulau yang belum saya kunjungi. Saat ini saya ke Mamasa melakukan ekspedisi ada beberapa hal yang hendak ditulis , selain mengenai keindahan alam juga tentang budaya masyarakat setempat “ungkapnya.

Dalam membentuk sebuah kegiatan literasi, ungkap Ridwan. Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan baik itu, pada kesiapan, buku pribadi, mental dan ekonomi mengingat kegiatan literasi murni dengan dana sendiri dan yang terpenting adalah jaringan.

“Mendirikan Pustaka, jangan pesimis bila kurang pembaca yang datang sebab paling tidak itu awalnya menjadi perpustakaan sendiri, perlahan juga orang akan mencari bahan bacaan”demikian ujar Ridwan.

Beberapa alasan Pengelola Kampus III Unasman Mamasa, Adi Nerges tertarik dengan kegiatan yang diselenggarakan sebab selain menambah wawasan mahasiswa tentang pentingnya pendidikan literasi juga dapat berbagi pengalaman dengan sosok Ridwan Alimuddin yang telah banyak menuangkan buah-buah pikirannya dalam bentuk karya tulis.

“Sangat diharapkan lewat kegiatan ini Mahasiswa Unasman di Mamasa terinspirasi dan juga mengikuti jejak Muh.Ridwan Alimuddin,”tutur Adi usai kegiatan berlangsung di Aula Fisip Unasman Mamasa.

Meskipun saat ini ditengah wabah Corona,tutur Adi namun ada beberapa ha yang dapat dipetik dari aktivitas Ridwan bahwa, soal berkarya tiada hentinya.

Ditempat yang berbeda salah-satu Komisioner KPU Mamasa, Harun Al Rasyid juga mengapresiasi kegiatan tersebut katanya, “Dialog interaktif seputar literasi memang sangat dibutuhkan di wilayah Kabupaten Mamasa guna menumbuhkan minat baca masyarakat, hal seperti inilah yang mesti didorong bagi kaum intelektual agar masyarakat kita makin maju,”ulasnya.

Beberapa wilayah Kabupaten Mamasa , menurut Harun ,masih ketinggalan akses informasi sehingga lewat kegiatan tersebut tentu akan memberikan segudang ilmu pengetahuan tentang dunia luar.

Sosok Ridwan Alimuddin tutur Harun memberikan sejumlah inspirasi bagi kita, selain dia aktif pada kegiatan jurnalistik dia juga telah banyak mengahasilkan karya tulis dalam bentuk buku bahkan pernah meraih Liputan 6 Award bahkan mendapat perhatian di Mata Najwa, “Hal seperti inilah yang mesti menjadi perhatian generasi muda Mamasa untuk menciptakan karya-karya gemilang di masa mendatang,”kuncinya via telepon . (HAPRI NELPAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here