Polman, Komunika Nusantara, Akibat kemarau panjang yang melanda di Provinsi Sulawesi Barat khusunya Kebupaten Polewali Mandar, berdampak debit Air Sungai Mapilli sangat berkurang.

Di duga akibat kurangya debit Air penyebab munculnya Buaya di kolong jembatan Mapilli. Sejak hari kamis 5 september 2019 hingga berita ini di turunkan buaya tersebut masi sering muncul tepatnya tadi pagi pukul,09.00 pagi (wita),. Buaya tersebut sering muncul hampir tiap dan menjadi tontonan warga setempat, tak terkecuali pengguna jalan Trans Sulawesi juga tidak ketinggalan ingin melihat lansung buaya tersebut sehingga sedikit terjadi kemacetan.

Di perkirakan, menurut saksi yang melihat langsung panjang buaya tersebut sekitar 3 meter dan warna punggunya ke kuning-kuningan.

Kemunculan buaya tersebut memabawa pesan tersendiri sesuai kepercayaan orang Mandar. Bapak Abu Bakar, yang tinggal di Dusun Peta Bue Desa Baru, menuturkan ada kepercayaan bahwa akan kejadian yang luar bisa yang akan terjadi misalnya, bencana Api atau Banjir, lanjut ia menuturkantapi inikan mitos, bisa benar busa salah. Ia melanjutkan sedangkan dari segi ilmiah mungkin karena cuaca panas dan kurangnya debit air , sehingga buaya tersebut mencari genangan Air yang dalam untuk di tempati.

Kemunculan buaya di sungai Mapilli terakhir pada Tahun 2017, akan tetapi kemunculan Tahun ini sangat bed. Karena, tahun – tahun lalu kalau buaya muncul bisanya hanya satu kali, tapi ini sudah beberapa kali sehingga menimbulkan pertanyaan dalam hatinya.

Semoga saja buaya ini muncul karena pengaruh cuaca panas, bukan karena ada pertanda Alam, Kata pak Abu Bakar.  Tidak lupa ia menghimbau warga yang ingin melihat buaya tersebut agar jangan terlalu dekat dengan bibir sungai karena jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak inginkan. (Rj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here