Polman, Komunika Nusantara Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar menegaskan komitmennya dalam menjamin hak dasar warga negara melalui penguatan pemahaman Hak Asasi Manusia (HAM) bagi para aparatur negara. Hal ini ditegaskan saat pembukaan kegiatan “Peningkatan Kapasitas HAM bagi Aparatur Sipil Negara” yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Barat di Kabupaten Polewali Mandar, Rabu (11/03/2026).

Mewakili Bupati Polewali Mandar, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, DR. Aco Musaddad HM, secara resmi membuka acara yang mengusung tema strategis: “Non-Diskriminasi dalam Pelayanan Medis.”

Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan oleh DR. Aco Musaddad, ditekankan bahwa ASN adalah representasi kehadiran negara. Oleh karena itu, prinsip non-diskriminasi bukan sekadar imbauan, melainkan kewajiban moral dan hukum.

“Sektor kesehatan adalah sektor yang sangat sensitif karena menyangkut nyawa dan martabat manusia. Kita berkomitmen di Polewali Mandar tidak boleh ada lagi masyarakat yang merasa dibedakan, baik karena status sosial, kepesertaan BPJS, maupun latar belakang suku dan agama,” tegas Aco Musaddad saat membacakan sambutan di hadapan para tenaga medis.

Inovasi untuk Daerah Terpencil
Selain aspek non-diskriminasi, Pemkab Polman juga menyoroti tantangan aksesibilitas di wilayah pelosok. DR. Aco Musaddad menyampaikan pesan khusus Bupati agar Dinas Kesehatan menciptakan terobosan pelayanan proaktif, seperti penguatan pelayanan kesehatan keliling dan kunjungan medis langsung ke desa-desa yang sulit dijangkau fasilitas formal.

“Kita tidak ingin lagi melihat masyarakat harus menandu pasien karena keterbatasan akses. Ke depan, Pemerintah Daerah perlu memikirkan kebijakan strategis melalui BKPSDM untuk menyiapkan tenaga medis lapangan khusus daerah terpencil dengan dukungan tunjangan yang layak,” lanjutnya.

Sinergi Lintas Instansi
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulbar, I Gede Sandi Gunasta beserta jajaran; Kepala Dinas Kesehatan Polman, Dr. Anita, M.Kes; Kabag Hukum Setda, Sukri SH; serta menghadirkan narasumber akademisi dari Universitas Sulawesi Barat, Muhtadin Al Attas.

Acara ditutup dengan pesan moral yang menyentuh bagi para ASN dan tenaga medis: “Jabatan dan seragam hanyalah atribut sementara, namun jejak kebaikan dan keadilan dalam melayani akan menjadi warisan kemanusiaan yang abadi.”

Sebagai simbolis pembukaan, DR. Aco Musaddad HM mengetuk mic yang menandai dimulainya rangkaian pelatihan kapasitas HAM tersebut bagi puluhan tenaga medis dan ASN di lingkup Pemkab Polewali Mandar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here