Polman, Komunika Nusantara. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Arifin Yambas, mewakili Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Desa Mosso, Kecamatan Balanipa.
Dalam kesempatan tersebut, Arifin Yambas mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mengamalkan ajaran dan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga peringatan Maulid ini bukan hanya menjadi bentuk kecintaan kita kepada Nabiullah Muhammad SAW yang diucapkan di lisan, tetapi juga dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Arifin.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan bagian dari tradisi budaya dan keagamaan yang telah melekat kuat dalam kehidupan masyarakat Polewali Mandar.
Tradisi tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan, moral, dan karakter di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Arifin juga menyampaikan sejumlah perhatian Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar di bawah kepemimpinan Bupati H. Samsul Mahmud, khususnya dalam sektor pendidikan.
Ia menyebut terdapat tiga prioritas utama pendidikan yang terus menjadi perhatian pemerintah daerah, yakni menekan angka anak tidak sekolah dan putus sekolah, meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, serta meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas guru.
Prioritas pertama adalah memastikan seluruh anak usia sekolah mendapatkan haknya untuk memperoleh pendidikan.
Arifin mengungkapkan, masih terdapat sekitar 11 ribu anak di Polewali Mandar yang tidak bersekolah. Kondisi tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk adanya anak yang memilih tidak melanjutkan pendidikan meskipun fasilitas sekolah telah tersedia.
Karena itu, ia mendorong pemerintah desa, orang tua, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melakukan pendataan serta melaporkan anak usia sekolah yang belum bersekolah.
“Bagaimana kita mendorong agar anak-anak tetap sekolah. Kalau ada anak yang tidak sekolah, segera dilaporkan kepada pemerintah desa. Kalau tidak sekolah karena faktor ekonomi, insyaallah pemerintah akan membantu,” jelasnya.
Arifin menegaskan, pemerintah tidak ingin faktor ekonomi menjadi penghalang bagi anak-anak Polewali Mandar untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Selain itu, sekitar 17 ribu peserta didik di Polewali Mandar mendapatkan manfaat Program Indonesia Pintar (PIP).
Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah untuk membantu peserta didik tetap bersekolah dan memenuhi kebutuhan pendidikan.
Bantuan PIP tersebut secara simbolis juga telah diserahkan oleh Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026, di Lapangan Pancasila Polewali.
Prioritas kedua adalah peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. Pemerintah daerah terus berupaya memastikan sekolah memiliki fasilitas yang memadai sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara optimal.
Menurut Arifin, pembangunan fasilitas pendidikan harus berjalan beriringan dengan peningkatan mutu pembelajaran. Infrastruktur yang baik harus didukung oleh tenaga pendidik yang berkualitas serta lingkungan belajar yang mampu mendorong peserta didik berkembang.
“Insyaallah kita akan melakukan peningkatan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas pendidikan dan kualitas guru. Kita harus berkolaborasi agar pendidikan bisa maju,” katanya.
Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Kualitas Guru
Prioritas ketiga adalah peningkatan kualitas pendidikan dan kompetensi guru. Arifin menilai kualitas sumber daya manusia sangat menentukan masa depan daerah.
Karena itu, pemerintah, sekolah, guru, orang tua, pemerintah desa, dan masyarakat perlu membangun kolaborasi yang kuat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik.
Arifin menegaskan, kemajuan suatu daerah tidak dapat dilepaskan dari kemajuan sektor pendidikan.
“Karena salah satu faktor daerah bisa maju adalah kalau pendidikannya maju,” tegasnya.
Ia berharap momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Mosso tidak hanya menjadi sarana mempererat silaturahmi dan meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun generasi Polewali Mandar yang berpendidikan, berkarakter, religius, dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Dengan semangat keteladanan Rasulullah SAW, pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, karakter, dan kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.












