Polman, Komunika Nusantara. Aksi Mahasiswa Polman yang merupakan aksi lanjutan bebara hari lalu terkait kematian bayi di RSUD Polewali, menurut para pendemo kematian bayi tersebut dinilai pihak RSUD lalai dalam menangani pasien sehingga berujung kematian.

Hari ini Kamis ( 09 Juli 2020) Sekitar 11.08 wita, para pendemo mendatangi Kantor Bupati Polman, di Jln Manunggal Kel Pekkabata Kec Polewali Kab Polman Prov Sulbar. Dimana para demonstran sebelum aksi mereka berkumpul di sport center Polewali kemudian mereka menuju titik aksi.

 

Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Polman merupakan aksi jilid II dengan membawa spanduk bertuliskan  “Matinya  Sistem Pelayanan  RSUD POLMAN Dan  Boroknya  Tim Gusus  TUGAS” para demonstran diperkirakan berjumlah sekitar 35 Orang,  Jendlap ” Ridwan, 23 (Mahasiswa IAI DDI Polman) Kabupaten Polewali Mandar.

Massa  berorasi secara bergantian di depan pintu gerbang kantor Bupati Polman dengan membakar satu buah ban, berikut beberapa  tuntutan para pendemo :

1. Copot PLT RSUD Polman
2. Berikan Sanksi Kepada Dokter Yang  Menolak Pasien Untuk Di Tangani
3. Evaluasi Tim Gugus Tugas

Sekitar Pukul 11.20 wita Aparat Sat Pol PP Polman berusaha memadamkan Api dengan alat semprot Pemadam kemudian terjadi aksi saling dorong dengan aparat Sat Pol PP

Aksi  kembali dilanjutkan dengan tuntutan meminta bapak Bupati Polman untuk menemui massa aksi,  Massa aksi memaksa memasuki halaman Kantor Pemda Kab Polman dan kemudian kembali terjadi aksi saling dorong dengan aparat Satpol PP

Pukul 11.57 wita 2 Orang perwakilan massa aksi Sdr. Irsyam dan Sdr. Muh Alwin ditemui oleh Kabag Humas Pemda Polman Dr. Aco Musaddag adapun permintaan perwakilan massa aksi meminta agar pemerintah (Bupati Polman) menemui langsung Massa Aksi namun ditolak oleh Kabag Humas yang hanya akan menerima Perwakilan massa aksi dari tiap Organisasi untuk diterima oleh Bupati Polman

6 Orang perwakilan massa diterima diruangan asisten II Pemda Polman :
– Bupati Polman Drs Andi Ibrahim Masdar
– Sekda Kab Polman Andi Bebas Manggazali
– Asisten 2 Pemda Polman Sukirman Saleh
– Kapolres Polman AKBP Ardi Sutriono
– Kabag Humas Pemda Polman Dr. Aco Musaddag

Sementara dari Perwakilan Massa aksi
1. Ridwan
2. Alif
3. Mulki
4. Sofyan
5. Eka
6. Alip

Pada Saat dialog:

1.  Ridwan Jendlap aksi mengatakan antara lain :

a. Kami datang kemari untuk menuntut realisasi 4 tuntutan yang kami bawa pada unjuk rasa pada waktu lalu sampai saat ini tidak ada realisasi.
b. Sementata pada saat itu bupati menyampaikan bahwa kepada kami bahwa akan memberikan jawabannya beberapa hari kedepan.
c. Melalui jejak digital yang kami telah kaji dan kami dapatkan data bahwa data yang kami dapat kan banyak yang tidak sesuai dengan kenyataan yg terjadi dilapangan sesuai yang dijelaskan oleh direktur RS.
d. Banyak kekeliruan yang kami dapatkan terkait kronologi yang telah dijelaskan oleh pihak rumah sakit terkait permasalahan meninggalnya bayi warga dari Balanipa.
e. Salah satunya mengatakan bahwa pasien melakukan penolakan untuk dioperasi di RS Regional Mamuju kenyataan dilapangan pasien tidak sempat diturunkan dari ambulance
f. Dimana Direktur RSUD pada saat mengunjungi keluarga pasien untuk memberikan santunan tidak menggunakan APD dan kami Menanyakan penanganan Mayat bayi tersebut apakah ditangani dengan protokol Covid atau tidak sehingga Masyarakat meragukan jika pasien positf Covid
– Terkait Dana refocosing yang ada menurut data yang kami peroleh sebesar 132 M ,dan yang terserap baru sekitar 6,2 M dan 1,8 M di RSUD Polman.

2. Bupati Polman H A Ibrahim Masdar mengatakan antara lain :

– Saya meminta maaf jika kami lalai dalam menyiapkan ruang Operasi untuk pasien Covid
– Kenapa Saya belum memberi keputusan kepada adik adik terkait dengan 4 tuntutannya karena Tim audit baru selesai bekerja dan baru akan diadakan rapat komite medik oleh pihak RSUD sehingga saya akan memberi keputusan setelah ada keputusan dari rapat komite medik
– Apakah masalah ini akan dibawa keranah hukum, kalau memang adik adik mau melanjutkannya keranah hukum saya persilahkan
– Saya ini bupati sebagai pelayan masyarakat dan adik adik Mahasiswa sebagai Fungsi kontrol terhadap Pemerintah
– Masalah pemberhentian dokter yang dikatakan menolak melayani pasien itu harus melalui proses karena mereka adalah ASN yang mempunyai aturan tersendiri sehingga kita tidak boleh serta merta langsung memberhentikan mereka
– terkait dengan Dana refocusing yang ada di Polman yang dikatakan 132 M, sebenarnya yang ada hanya KL.19 M dan yang sudah terserap sekitar 6 M lebih
– Saya menerima semua masukan dari adik adik dan saya ucapkan terima kasih, Kami akan melakukan evaluasi dan akan melakukan rapat evaluasi pada hari Senin nanti

3. Asisten I Sukirman mengatakan diantaranya :

– Saya ingin menyampaikan bahwa Kalian kesini datang seharusnya hanya untuk menyampaikan aspirasi bukan menjadi eksekutor atau mendikte harus begini dan begitu
– Tugas kami telah menerima dan akan memproses masalah, Terkait dengan proses dan hasil dari pada tuntutan aspirasi adik adik serahkan kepada kami

C. Kesimpulan dari pihak Aliansi Mahasiswa Polman dari pertemuan tersebut sbb :

1. Kami akan menunggu lagi keputusan dari bapak bupati

2. Terkait dengan insiden yang terjadi kami meminta kepada kasat Pol PP untuk membina kembali anggotanya

3. Kalau beberapa hari kedepan tidak ada tanggapan dari pihak pemerintah maka kami akan kembali turun kejalan melakukan aksi yang sama

4. Bupati sebagai pemerintah harus memberikan keputusan yang obyektif terkait dengan kasus ini

5. Pemerintah harus mengevaluasi kembali tugas Gugus Covid 19 di Polewali Mandar. JipSetelah Dialog selesai para demonstran membubarkan diri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here