MAMASA, – Dampak pandemi Covid-19 , Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) I Sumarorong, Kabupaten Mamasa menggelar Praktek Kerja Lapangan (PKL) di sekolah.

Kepala Sekolah SMKN I Sumarorong, Arnoldus saat dikonfirmasi menerangkan. Jumlah siswa yang akan PKL di sekolah, 140 orang terdiri dari 7 jurusan yakni, Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Audio Vidio (TAV), Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), Tata Busana (TB), Keperawatan dan Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM).

Katanya, PKL dilaksanakan disekolah sesuai surat edaran Derektorat Pendidikan Menegah Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) yang ditindaklanjuti Dispenbud  (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) Provinsi Sulbar sebab kondisi saat ini dalam suasana wabah Covid-19.

“Orang tua sangat menyambut baik program ini sebab menghilangkan kekuatiran terhadap anak-anak lantaran tidak keluar dari sekolah dalam kegiatan PKL, selain itu biaya PKL juga sangat ringan sebab hanya Rp 325.000 sementara yang lalu mencapai hingga Rp 1 juta lebih,”jelas Arnol.

Menurut Kepsek, jika ada sekolah yang melakukan PKL diluar sekolah mesti menjamin bahwa wilayah yang ditempati Zona Hijau dari Covid-19 dan ini sangat sulit sebab bila tiba-tiba ada orang positif Corona pada wilayah yang di tempati tentu anak PKL akan ditarik lagi.

Arnoldus juga mengungkapkan,  soal bertambahnya jam kerja guru, tentu akan dipikirkan intensifnya dari Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dan dan dana komite , khusus BOS yang gelontorkan dana PKL Rp 35.000.000  untuk pemenuhan alat-alat praktek sementara dan dari  komite Rp 7 juta untuk menambah intensif pembimbing selama sekitar 4 bulan.

Lanjut Arnol menjelaskan, strategi PKL disekolah yakni , 1 .Berbasis Proyek, 2. Berbasis Masalah, 3. Berbasis Proyek dan Masalah.

Dalam pengarahan siswa peserta PKL Komite Sekolah, Demianus menyampaikan. Dalam rangka kegiatan PKL siswa siswi SMKN I Sumarorong Tahun 2020, maka sangat di apresiasi sebab baru kali ini kegiatan PKL diselenggarakan di sekolah masing-masing yang juga merupakan keputusan pemerintah.

“Saya mengajak kepada segenap siswa untuk melaksanakan PKL secara bertanggungjawab, dengan membanggakan sekolah dan orang tua, sebab tujuan siswa berada disekolah ini yakni memperoleh sertifikat PKL dan Ijasah,”tuturnya.

Komite menyampaikan, yang disyukuri sebab orang tua hanya membayar Rp  325.000 termasuk pakaian praktek, jurnal dan keperluan lainnya dalam praktek sehingga hal tersebut dipandang sangat meringankan orang tua siswa dibandingkan PKL sebelumnya. (Hapri Nelpan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here