Polman, Komunika Nusantara. Aliansi Pemuda Balanipa Bergerak menggelar aksi di jalan Trasn Provinsi tepatnya jalan menuju ke Puskesmas balanipa mereka menuntut Kepala Puskesmas Dicopot.
Setelah beberapaemit melakukan aksi di jalan, para donstran menuju Puskesmas Balanipa mereka kemudian audiems dengan kepala Puskesmas Hj. Yusnani.
Rahmat, Korlap Aksi pada saat diwawancara, ia menuturkan, aksi imi merupakan bentuk kepedulian atas apa yang menimpa salah satu warga di Desa Mosso dimana warga tersebut mau melahirkan, karenn merasa akan segera melahirlan maka keluarga membawa ke pustu akan tetapi pada saat sampai di pustu tenyata tutup, dari situ kudiam pihak keluarga mendatangi bidan Pustu untuk dimintai pertolongam, namun bukan pertolongam yang didapat mala sikap kurang sopan bidan.
Bidan Desa tersebut tidak mau menemui pasien dengan alasan pasti sudah melahirkan, mendengar jawaban itu pihak keluarga langsung pulang, “Ungkap Rahmat, Selasa, 14 Juni 2022.
Setelah pulang sekitar jam 10 malam, pihak Puskesmas mendatangi pasien tersebut dan minta bayaran Denda 700 Ribu, namun menurut pihak keluarga uang tersebut dikembalikan dan itu dibenarkan pihak Puskesmas.
Berikut pernyataan sikap dari Aliasi Pemuda Balanipa Bergerak..
Atas panggilan hati nurani dengan peristiwa yang terjadi di Desa Mosso Kecamatan Balanipa maka dengan ini kami menuntut kepada kepala puskesmas untuk segera mengevaluasi kinerja setiap elemen yang terikat di pusekesmas di Kecamatan Balanipa dengan ini kami sampaikan tuntukan sebagai berikut:
1. Stabilisasi kinerja Puskesmas di Kecamatan Balanipa
2. Setiap bidan stanbay 24 jam di puseksesmas pembatu di setiap Desasebagai bahan evalausi di Desa Mosso
3. Copot Kepala Puskesmas pambusuang kecamatan balanipa
4. Copot Bidan yang ada di Desa Mosso
5. Pengadaan Mobil Operasional kesehatan terkhusu desa terpencil
Demikian tuntutan ini kami sampaikan kepada yang bersangkutan agar kiranya menjadi perhatian kita bersama.












