Polman, Komunikasi Nusantara. Menyikapi adanya sekelompok orang yang menginginkan jabatan Presiden RI, Joko Widodo tiga periode mendapat penolakan keras dari pengurus DPW ABPEDNAS Sulawesi Barat.
Abdul Samad yang juga ketua BPD, tegas tidak setuju dengan wacana penambahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.
Menurutnya, kepemimpinan Jokowi tidak menyelesaikan masalah bahkan masalah semakin banyak dihadapi Negara.
Pembangunan selalu mengandalkan investasi padahal itu adalah utang, bukan hanya itu persoalan dalam negeri menumpuk kemiskinan meningkat, penganguran dimana – mana, bahan pokok naik bahkan langkah yang membuat rakyat menjerit dan bingung mau mengaduh kemana.
” Penolakan keras saya bukan tanpa alasan Negara sekarang sudah rusak, utang makin banyak, Negara dibangun atas dana investasi diperparah tenaga kerja juga diimpor dan itu semakin membuat warga menderita, Jum’ at 01/3/2022.
” Jadi wacana tiga peroide buat saya itu adalah lelucon dan menodai reformasi, dimana salah satu muatanya adalah masa jabatan presiden hanya dau periode, kalian tahu bahwa reformasi masi itu menelan korban jiwa jadi kalau ada wacana tiga periode itu tidak menghargai nyawa pejuang reformasi..
Lanjut, wacana tiga periode itu hanya untuk memperpanjang kekuasaan bahkan merusak Negara, dan yang sepakat dengan wacana ini, saya curiga buta akan sejarah bangsa dan hanya rakus kekuasaan.
Ditanya soal adanya rencana DPP Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (APDESI) menyatakan akan mendeklarasikan dukungan untuk Presiden Joko Widodo menjabat selama tiga periode.?
Yaa..kita hargai itu sesama anak bangsa, tapi ingat itu akan dicatat dalam sejarah.
Kalau saya boleh sarankan, fokus saja naikan PAD jangan ketergantungan terus sama ADD dan DD, dan jangan ikut ikutan berpolitik urus rakyat demi kemajuan Bangsa dan Negara.














