"/>

Polman, Komunika Nusantara. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Polewali Mandar, kembali gelar aksi, kali ini mereka menyoroti soal Satgas Covid -19 dan bobroknya sistem pelayanan RSUD Dara Polwali Mandar.

Dalam aksinya para demonstran pada saat orasi, mereka menuntut agar PLT RSUD dicopot dan mengankat Direktur definitip, bukan hanya itu mereka juga menyoroti soal biaya rapid test di Polewali Mandar yang dininai masi mahal, padahal di Daerah lain rapid test di gratiskan.

Menurut para demonstran (Ridwan) dalam orasinya’ seharusnya rapid test bisa di gratiskan atau dibiayai oleh pemda lewat recofosing anggaran sehingga masyarakat tidak terbebani.

Aksi ini berlangsung kamis (6/08/2020) di area sport center Polewali pukul 10.wita. Dimana saat itu Bupati Polewali Mandar (Andi Ibrahim Masdar) dan OPD berkantor di area Sport center.
Para demonstran kemuadian diterima Bupati Polman dan mempelajari tuntutan mereka, pada saat Bupati membacakan tuntutan mereka entah tiba-tiba ada sedikit keributan yang terjadi, setelah diselidiki ternyata pemicunya adalah akibat adanya suara terdengar yang keluar dengat kata-kata” bodoh” sehingga demonstran emosi dan terjadi keributan.

Tidak puas aksi di sport center para demonstran kemudian melanjutkan aksinya menuju Kantor DPRD Polewali Mandar, sesampainya disana mereka diterima H.Syarifuddin( Angt Komisi III) DPRD Polewali Mandar di Ruang Aspirasi, berikut hasil dialog di ruanh aspirasi DPRD Polewali Mandar:

Demonstran di terima di Ruang Aspirasi DPRD Polewali Mandar (H.Syarifuddin)

a.H.Syarifuddin, soal tuntutan pendemo kami akan segera menindak lanjuti dengan menggelar RDP dengan pihak terkait perihal tuntutan ade-ade mahasiswa.
b. H.Syarifuddin, dalam waktu dekat kita akan atur jadwalnya untuk RDP dan mengundang pihak terkait.

Sementara dari HMI diwakili (Ridwan) pada saat dialog:
a.Ridwan, kami menilai satgas covid-19 tidak maksimal bekerja, itu bisa kita lihat dengan adanya kasus warga yang meninggal akibat pelayanan tidak maksimal, tidak adanya transparansi anggran dan sebagainya.
b.Ridwan olehnya itu kami menuntut
– Copot PLT Direk RSUD dan angkat direk definitip
– Pecat Kabid Pelayanan
– Perjelas anggaran Recofusing
– Evaluasi Satgas
-Copot Ketua Satgas
– Percepat pembangunan Ruangan alkes dan tenaga medis
– Hapus Biaya Rapid Test

Selain tuntutan di atas dalam dialog mereka meminta agar dr. Anita dihadirkan, satgas covid 19, kadis Sosial dan pihak terkait lainya.Setelah menyampaikan tuntutanya para demonstran membubarkan diri dengan tenang dan tertib.
(BRI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here