Kadis DLHK Polman

Polman, Komunika Nusantara.Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Polewali Mandar, Muhammad Jumadil, angkat bicara menanggapi pemberitaan terkait dugaan belanja fiktif BBM di instansi yang dipimpinnya. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakatmasyarakat, Selasa 8/72025.

Menurut Jumadil, dugaan belanja fiktif yang dimaksud merupakan temuan dari tahun anggaran 2023 saat DLHK masih dipimpin oleh pejabat sebelumnya. “Temuan tersebut sudah ditindaklanjuti dan dilakukan pengembalian oleh Kabid Kebersihan dan PPTK terkait,” ujarnya.

Sementara itu, terkait poin nomor 4 dalam laporan tersebut, Jumadil menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan program tahun 2024 yang belum dilaksanakan akibat kondisi force majeure (keadaan kahar). Ia memastikan bahwa kegiatan tersebut akan dilanjutkan pada tahun 2025.

Lebih lanjut, Jumadil juga menjelaskan logika operasional pengelolaan sampah di DLHK Polman. Saat ini, pihaknya mengoperasikan 15 unit mobil pengangkut sampah, 17 unit sepeda motor operasional, dan 2 unit alat berat, dengan kebutuhan BBM per hari operasional rata-rata berkisar antara Rp3 juta hingga Rp5 juta.

“Kalau benar ada pengeluaran yang fiktif sebesar Rp700 juta, maka secara logika itu setara dengan operasional selama 200 hari. Artinya, selama itu pula seharusnya sampah tidak terangkut. Faktanya, meskipun kadang terjadi penumpukan karena ketiadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), petugas kami tetap mengangkut sampah setiap hari,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here