POLMAN, Komunika Nusantara . Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Polewali Mandar, H. Arifin Yambas, secara resmi membuka turnamen olahraga pickleball dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PGRI Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Pendopo Kecamatan Wonomulyo dengan melibatkan peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Polewali Mandar, Ahad 01/11/2026.

Pembukaan turnamen ditandai dengan servis pertama oleh Arifin Yambas sebagai simbol dimulainya pertandingan. Turnamen ini diikuti perwakilan PGRI dari 16 kecamatan se-Kabupaten Polewali Mandar, serta peserta dari PGRI Cabang Khusus SMK.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 PGRI yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi momentum memperkuat solidaritas, mempererat hubungan kekeluargaan, dan membangun semangat kebersamaan di kalangan pendidik.

Dalam sambutannya, Arifin Yambas menegaskan bahwa olahraga tidak semestinya hanya dipandang sebagai ajang kompetisi untuk mengejar kemenangan maupun memperoleh gelar juara. Lebih dari itu, olahraga memiliki dimensi pendidikan yang sangat penting, terutama dalam membentuk karakter, menanamkan kedisiplinan, mengembangkan tanggung jawab, serta membangun sikap sportivitas.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan profesi guru. Sebagai tenaga pendidik, guru tidak hanya bertanggung jawab mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kewajiban moral untuk membentuk karakter dan kepribadian peserta didik melalui keteladanan.

Guru harus mampu menunjukkan bahwa kedisiplinan, kejujuran, sikap saling menghargai, dan kemampuan menerima perbedaan merupakan bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui olahraga, kita belajar tentang kedisiplinan dan sportivitas. Nilai-nilai ini harus kita terapkan, bukan hanya ketika bertanding, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai seorang pendidik,” ungkap Arifin.

Ia menjelaskan, lapangan olahraga dapat menjadi ruang pembelajaran karakter yang sesungguhnya. Dalam sebuah pertandingan, setiap peserta dituntut menaati aturan, menghormati lawan, menghargai keputusan, serta menerima hasil pertandingan dengan sikap dewasa.

Prinsip tersebut, kata dia, sejalan dengan tanggung jawab seorang guru dalam membangun lingkungan pendidikan yang sehat, harmonis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral.

Selain menekankan sportivitas, Arifin juga mengingatkan seluruh peserta agar senantiasa menjaga suasana persaudaraan selama turnamen berlangsung. Ia berharap semangat kompetisi tidak menghilangkan nilai-nilai kekeluargaan yang selama ini menjadi kekuatan organisasi PGRI.

“Kalaupun ada selisih paham dalam pertandingan, jangan diperpanjang. Kita semua bersaudara. Jadikan olahraga sebagai alat pemersatu, bukan menjadi sumber kebencian atau permusuhan,” pesannya.

Menurutnya, perbedaan kemampuan, strategi, maupun hasil pertandingan merupakan hal yang wajar dalam setiap kompetisi. Namun, seluruh peserta harus mampu menempatkan persaudaraan di atas kepentingan untuk memenangkan pertandingan.

Kemenangan hendaknya disikapi dengan rendah hati, sementara kekalahan harus diterima dengan lapang dada. Dengan demikian, olahraga benar-benar menjadi sarana membangun kedewasaan, bukan justru memunculkan perselisihan di antara sesama anggota organisasi.

Arifin juga menekankan bahwa keteladanan guru merupakan salah satu instrumen penting dalam pendidikan karakter. Peserta didik tidak cukup hanya diberikan pemahaman mengenai kedisiplinan, kejujuran, dan sportivitas melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga perlu menyaksikan secara langsung bagaimana nilai-nilai tersebut diterapkan oleh para gurunya.

Dengan memperlihatkan sikap sportif, menghormati sesama, serta menjunjung tinggi aturan, guru sesungguhnya sedang memberikan pendidikan melalui contoh nyata.

Pada kesempatan tersebut, Arifin Yambas turut menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan turnamen pickleball tersebut.

Ia secara khusus mengapresiasi keterlibatan perwakilan PGRI dari 16 kecamatan serta partisipasi PGRI Cabang Khusus SMK yang turut memberikan warna dalam pelaksanaan kegiatan.

Menurutnya, antusiasme peserta menunjukkan bahwa keluarga besar PGRI Polewali Mandar memiliki semangat kebersamaan yang kuat. Keterlibatan berbagai cabang dan satuan pendidikan juga menjadi gambaran bahwa organisasi profesi guru tidak hanya menjadi wadah perjuangan dan pengembangan profesi, tetapi juga ruang untuk membangun hubungan sosial yang harmonis.

Melalui turnamen pickleball ini, PGRI Kabupaten Polewali Mandar berharap peringatan HUT ke-81 tahun 2026 dapat dimaknai lebih luas, tidak sekadar sebagai kegiatan seremonial maupun kompetisi olahraga, melainkan menjadi momentum memperkuat persatuan, solidaritas, dan semangat pengabdian para guru.

Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong tumbuhnya budaya hidup sehat sekaligus memperkuat hubungan antarguru lintas kecamatan dan jenjang pendidikan.

Bagi PGRI, kebersamaan merupakan modal sosial yang penting dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan. Guru yang memiliki hubungan harmonis, solid, dan saling mendukung akan lebih mudah membangun kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan.

Semangat yang ditunjukkan di lapangan pickleball diharapkan tidak berhenti ketika pertandingan berakhir. Nilai kedisiplinan, sportivitas, persaudaraan, dan saling menghargai harus terus dibawa ke lingkungan sekolah, menjadi budaya organisasi, serta diwariskan kepada generasi muda.

Sebab, guru yang baik bukan hanya mereka yang mampu mengajarkan nilai-nilai kebaikan, tetapi juga mereka yang mampu memperlihatkan dan menghidupkan nilai tersebut melalui tindakan nyata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here