"/>

Polman, Komunika Nusantara, Rapar dengar pandapat Komisi II (DPRD) Polman, dengan Pedagang Ikan yang asalnya diluar dari Kecamatan wonomulyo. Rapat dipimpin langsung Ketua komisi ll Drs. Rahmadi Anwar Bersama Anggota Komisi II diantaranya: Bapak Muliadi, H.Hilal, H. Ibrahim. S., Abd. Manaf Idrus, S.Sos. dan Jayadi Aryskha Masdar.

Bapak”Rahmadi Anwar(Ketua Komisi II) Memimpin Jalannya RDP di Ruang Aspirasi DPRD Polewali Mandar.

RDP ini membahas masalah adanya aduan dari pedagang ikan yang diluar kecamatan wonomulyo, yang merasa dirugiakan dengan adanya pembatasan penjualan jumlah dan jenis ikan, berikut penjelasan Penjual ikan” Kami merasa ada diskriminasi dengan adanya aturan seperti itu, karena menurut kami. “semua orang bebas menjual di pasar kenapa harus dibatasi.

Syarifuddin Ketua Asosiasi Pasar Wonomulyo

Sementara dari pihak Asosiasi menjelaskan(Syarifuddin) sebenarnya tidak ada istilah dibatasi hanya diatur suapaya menjaga stablitas harga kata dia”Coba kalau pedagang se enaknya jual ikan maksudnya harga murah “kan otomatis pedagang yang ada diwomulyo ikannya tidak laku, makanya perlu diatur jumlah dan jenisnya” itu kalai bukan hari pasar.

Dari pihak Disperindak” Agusnia hasan Sulur (Disperindag) menjelaskan bahwa kesepakatan ini sejak 2010, dan ini muncul ketika diluar hari pasar” Karena yang dibatasi ketika bukan hari pasar. Kalau hari pasar para pedagang bebas menjual. Lanjut kata beliau bahwa problem ini sebenanrnya tidak terjadi pasar lain, sehingga dari disperindak mencoba mencarikan solusi terkait persoalan ini. Untuk mencari solusinya maka dibuatkan asosiasi pedagang dan membuat aturan yang disepakati antara pihak kecamatan dan asosiasi pedagang di pasar wonomluyo.

Sementara bapak Budi Utomo Abdullah “Kepala Badan pendapatan Daerah (Dispemda), menjelaskan terkait aturan pasar, bahwa pengaturan pasar adalah hak Camat setempat. Terkait surat keputusan tersebut menurutnya ini sudah sangat lengkap karena banyak element bertanda tangan didalamnya.

Sementara dari Camat Wonumulyo” menejaskan bahwa sering kali pihak kecamatan untuk mencari solusi terkait permasalahan yang mereka hadapi.
Bahkan kami dari Kecamatan (Camat Haji Umbar. S,)sudah sering mengundang pedagang untuk membicarakan masalah ini.

Pedagang Ikan yang melakuan Rapat Dengan Komisi II

Pada sesi dialog anggota komisi II H.Hilal menanyakan soal surat keputusan Yang mana benar 2010 atau 2020.??
Camat: menjelaskan bahwa ada kejadian saling lempar anatara pedagang ikan perlu secepatnya kita bikim aturan.
H.Hilal : Yang dimaksud pedangang Wonomulyo,punya E-KTP atau Tempat,Karena ada di poin c bahwa pejual ikan harus mejual Kepada oknum terntentu.?
Camat: yang dimaksud pedagang wonomluyo mereka yang memiliki E-KTP di Wonomulyo.

Setelah Rapat berlangsung alot maka di sepakati bahwa Para pedagang di luar kecamatan wonomulyo bebas menjual pada saat hari pasar yakni Hari Minggu dan Rabu, Di luar dari hari itu dibatasi artinya bisa menjual tapi diserahkan kepada pihak pengumpul yang sudah di tunjuk oleh pihak asosiasi.

Rapat ini berlangsung Hari selasa(27/01/2020) di R. Aspirasi DPRD Polewali Mandar, yang di hadiri Puluhan pedagang ikan dan Dari pihak pemerintah dalam hal ini Disperindag,Dispemda dan Camat Wonomulyo.(Rj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here