Polewali Mandar , Komunika Nusantara. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menggelar Rapat Paripurna dalam rangka Peresmian, Pemberhentian, dan Pengangkatan Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Polman Masa Jabatan 2024–2029.

Dalam rapat yang berlangsung khidmat tersebut, Muhammad Dinar resmi dilantik menggantikan Almarhumah Nurbaety, yang meninggal dunia pada Rabu (21/5/2025) lalu. Pengambilan sumpah dan janji dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Polman, Fahry Fadly, dan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan.

Berdasarkan mekanisme PAW, kursi yang ditinggalkan diisi oleh calon legislatif dari partai dan daerah pemilihan yang sama dengan perolehan suara terbanyak berikutnya.

Ketua DPRD Polman, Fahry Fadly, dalam sambutannya menyampaikan bahwa alat kelengkapan dewan (AKD) yang sebelumnya ditempati almarhumah, akan dilanjutkan oleh Muhammad Dinar. Hal ini mencakup AKD yang bersifat tetap maupun sementara.

“Sebagai anggota dewan yang merupakan representasi wakil rakyat, wajib bertindak dan berperilaku dengan mengedepankan kepentingan rakyat di atas kepentingan yang lain. Kepercayaan konstituen yang kita wakili patut dijaga sesuai dengan tuntutan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang ditandai dengan moralitas dan hati nurani setiap anggota dewan,”
ujar Fahry di hadapan peserta rapat.

Sementara itu, Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar Muhammad Dinar dapat segera beradaptasi dan menjalankan amanah barunya dengan baik.

“Dengan pengalaman sebelumnya di dunia birokrasi, kami yakin beliau mampu menjalankan tugas-tugasnya dalam bidang pengawasan, legislasi, dan anggaran sesuai dengan tupoksi yang diamanatkan oleh undang-undang,”
ungkap Samsul.

Bupati juga mengajak seluruh pimpinan dan anggota DPRD untuk terus memperkuat sinergitas dan kolaborasi dengan pihak eksekutif.

“Mari kita tingkatkan kerja sama yang harmonis demi menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel, guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat Polewali Mandar yang lebih baik,”
tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati turut menyoroti sejumlah tantangan pembangunan daerah yang tengah dihadapi Kabupaten Polman, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penurunan angka kemiskinan, pemerataan pembangunan antar wilayah, penguatan ekonomi daerah, hingga peningkatan kualitas lingkungan hidup.

“Sinergi dan kemitraan antara eksekutif dan legislatif merupakan kunci dalam mengatasi tantangan pembangunan tersebut. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, kita dapat menghadirkan kebijakan serta program pembangunan yang berpihak kepada rakyat,”
tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here