MAMASA, – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mamasa menegaskan, Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar mulai langka dengan harga yang cukup melonjak , Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mamasa akan melakukan pantauan langsung dalam memastikan proses distribusi.
Kasatreskrim Polres Mamasa, Iptu.Dedi Yulianto saat diwawancarai di ruangan kerjanya, rabu (4/12) menegaskan. Bagi perusahaan besar yang ditemukan menggunakan BBM bersubsidi jenis solar akan ditindak karena hal itu menyalahi aturan.
“Solar Subsidi diperuntukkan untuk ekonomi mikro seperti, usaha pertanian, industri rumah tangga dan usaha kecil menengah sejenisnya bukan untuk sekelas PT dalam mengerjakan proyek-proyek besar,”paparnya.
Kasat mengatakan, untuk mengantisipasi kelangkaan BBM jenis solar, tim Satreskrim akan melakukan pantauan langsung dan menghimbau SPBU agar tidak ada penyimpangan dalam distribusi hal itu juga telah ditekankan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014.
Sedangkan seorang pengecer BBM di Kota Mamasa yang tidak ingin disebutkan namanya saat dikonfirmasi menjelaskan. Kuota Solar subsidi di Kabupaten Mamasa 16.000 liter perminggu dan hal yang membuat solar jarang ditemukan sebab beberapa pekerjaan proyek-proyek besar banyak menggunakan BBM jenis itu dengan cara bermitra ke pedagang.
Hal lain yang jadi kendala katanya, sebab kondisi tersebut juga dirasakan tiap daerah sehingga pedagang keliling yang biasa membawa solar ke Mamasa sudah tidak lagi berjalan.
Ia menjelaskan, sekarang warga Mamasa hanya mengandalkan SPBU Malakbo sebab solar disana bersubsidi sementara di SPBU Sumarorong bukan APMS atau solar non subsidi, semestinya di Sumarorong tempat perusahaan-perusahaan besar mengambil solar jangan di SPBU Malakbo.
Menurutnya, untuk Solar Non subsidi dulunya 8,600 /liter namun informasi yang berkembang katanya Rp 10.000/liter sedangkan di SPBU Malakbo Rp 5.150 /perliter sebab subsidi lalu dijual eceran Rp 10.000-11.000/ liter.
“Kalau saya menjual paling tinggi Rp 8.500 itu juga hanya beberapa jergen yang bisa saya jual sebab lebihnya saya pake sendiri,”ungkapnya.
Kondisi ini baru tiga Minggu agak langkah, sebab hanya pedagang yang mau ke SPBU Malakbo, seharusnya untuk kebutuhan masyarakat juga bisa langsung kesana kalau mau yang murah.(Han)













