Polman, Komunika Nusantara. Pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Desa Sambaliwali, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, kini memasuki tahap akhir, Kamiis 20/08/2026. Progres pembangunan telah mencapai sekitar 90 persen, dan ditargetkan seluruh pekerjaan rampung pada September 2026.
Deputy Project Manager Sekolah Rakyat, Darozi, mengatakan pekerjaan fisik yang tersisa saat ini diperkirakan sekitar 8-10 persen. Sejumlah pekerjaan masih dalam tahap penyelesaian, termasuk beberapa bagian bangunan yang membutuhkan penanganan akhir.
“Progres pembangunan sudah sekitar 90 persen. Target kami pada September seluruh pekerjaan sudah rampung,” ujar Darozi.
Selain pembangunan ruang kelas dan asrama, kawasan Sekolah Rakyat tersebut juga akan dilengkapi fasilitas pendukung berupa masjid. Berdasarkan pantauan di lapangan, pembangunan masjid masih dalam proses pengerjaan, termasuk sejumlah bagian struktur dan pemasangan atap.
Fasilitas rumah ibadah tersebut dirancang untuk mendukung aktivitas siswa selama mengikuti proses pendidikan di Sekolah Rakyat. Pembangunan fasilitas penunjang ini diharapkan semakin melengkapi kawasan sekolah yang nantinya menjadi tempat belajar sekaligus tempat tinggal para siswa.
Sementara itu, dalam waktu dekat para siswa dijadwalkan mengikuti kegiatan pengenalan sekolah di lokasi baru yang dibangun di Desa Sambaliwali. Saat ini, proses pembelajaran para siswa masih berlangsung sementara di wilayah Rea sambil menunggu seluruh fasilitas Sekolah Rakyat di Sambaliwali selesai.
Persiapan kegiatan pengenalan sekolah juga mulai dilakukan. Kamis, 20 Agustus 2026, telah digelar rapat persiapan pelaksanaan pengenalan Sekolah Rakyat di Dinas Sosial. Rapat tersebut membahas berbagai kebutuhan dan kesiapan menjelang siswa mulai diperkenalkan dengan lingkungan sekolah baru di Sambaliwali.
Dengan progres pembangunan yang telah mencapai lebih dari 90 persen, keberadaan Sekolah Rakyat Sambaliwali diharapkan segera dapat dimanfaatkan secara optimal. Penyelesaian pembangunan pada September mendatang menjadi langkah penting agar kegiatan pendidikan dan pembinaan siswa dapat berlangsung di fasilitas yang lebih representatif.













