Polman, Komunika Nusantara. Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) masih berpacu dengan waktu menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027. Proyek yang ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026 itu hingga kini baru mencapai progres 72,5 persen.
Dengan sisa waktu yang semakin singkat, penyelesaian proyek menjadi tantangan tersendiri. Selain mengejar target pembangunan, aspek keselamatan kerja di lokasi proyek juga menjadi sorotan setelah masih ditemukan pekerja yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) saat beraktivitas.
Deputy Project Manager Sekolah Rakyat Polman, Achmad Darozi, mengatakan pembangunan tetap mengacu pada kajian teknis, termasuk terkait posisi bangunan yang berada di dekat area perbukitan.
“Jaraknya 8 meter. Itu sudah diperhitungkan, sudah ada kajiannya,” ujar Achmad saat ditemui di lokasi proyek, Jumat (26/6/2026).
Terkait temuan pekerja yang tidak mengenakan APD, Achmad mengakui pengawasan di lapangan belum berjalan maksimal. Ia memastikan pihaknya akan memperketat pengawasan agar seluruh pekerja mematuhi standar keselamatan kerja.
“Seharusnya kalau ada pekerja yang tidak menggunakan APD langsung kami tegur sesuai prosedur. Pengawasannya akan kami perketat lagi,” katanya.
Pembangunan Sekolah Rakyat Polman mencakup 13 bangunan, terdiri atas gedung sekolah, ruang pembelajaran, masjid, tiga asrama, rumah susun guru, dapur, dan kantin.
Sementara itu, progres pembangunan ruang kelas telah mencapai sekitar 75 persen. Sebanyak 12 ruang kelas disiapkan untuk melayani siswa jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan pendidikan terpadu.
Meski demikian, penyelesaian seluruh fasilitas masih harus dikebut agar target operasional pada awal tahun ajaran baru Juli 2026 dapat tercapai sesuai rencana













