Polman, Komunika Nusantara_ Nur Azizah (10) dan Sri Wulandari (3), dua kakak beradik yang menderita kondisi tulang rapuh, kini mendapatkan perawatan intensif di RSUD Hajjah Andi Depu Polewali.
Kedua anak ini didiagnosis dengan kondisi medis yang memerlukan penanganan khusus dan berkesinambungan.
Kabar mengenai kondisi mereka telah mengundang perhatian berbagai pihak. Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) turut memberikan bantuan berupa dana untuk meringankan beban biaya perawatan mereka.
Selain itu, Kementerian Sosial (Kemensos) juga memberikan pendampingan bagi keluarga Nur Azizah dan Sri Wulandari, memastikan mereka mendapatkan dukungan yang diperlukan selama masa perawatan ini.
Untuk penanganan lebih lanjut, Nur Azizah dan Sri Wulandari direncanakan akan dirujuk ke RS Makassar. Langkah ini diambil untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih komprehensif dan spesialis.
Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu pemulihan mereka serta meringankan beban keluarga yang selama ini berjuang menghadapi kondisi ini.
Sementara itu, dr Spesialis anak Sir Boko Harjo yang menangani anak tersebut ia menjelaskan kondisi ketiga anak tersebut perlu penanganan lebih lanjut.
“Anak ini menderita osteoporosis yang orang normal 40 tahun keatas baru biasanya kena tapi anak ini dari awal sudah kena sehingga anaknya itu mudah patah dan setahu saya ada ahlinya yang memang untuk kemungkinan sembuh sangat kecil,” jelas dr Sir Boko Harjo.
Lanjutnya, yang dua anak sudah mengalami patah-patah hanya yang terakhir belum diketahui sehingga untuk penanganannya perlu pemeriksaan ahlinya di Makassar.














