Polewali Mandar, Komunika Nusantara. Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Polewali Mandar, Andi Masri Masdar, angkat bicara terkait polemik kepengurusan di Kwartir Daerah (Kwarda) Sulawesi Barat. Ia mendesak agar Kwarda Sulbar segera melaksanakan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Rabu 17 September 2025
Desakan ini muncul setelah keluarnya Surat Keputusan (SK) Kwartir Nasional (Kwarnas) yang menunjuk Sitti Suraida S. sebagai ketua terpilih Kwarda Sulbar.
“Iya jelas kita menolak SK Kwarnas, karena ada rentetan kronologi saat Musyawarah Daerah (Musda) Sulbar,” kata Andi Masri kepada wartawan, Rabu (17/9/2025).
Menurutnya, Musda Kwarda Sulbar periode 2023–2028 awalnya berlangsung di Mamasa dengan diikuti dua calon. Namun, Musda tersebut diskorsing atau dihentikan karena terdapat dua Kwarcab yang tidak memenuhi syarat.
“Padahal Musda itu diskorsing atas arahan Kwarnas, namun kubu Suraida melanjutkan Musda tersebut hingga terpilih ketua,” ungkapnya.
Tiga bulan setelah skorsing, Musda Kwarda Sulbar kemudian dilanjutkan di Polman atas arahan pengurus Kwarnas, dan menghasilkan keputusan yang menetapkan Andi Masri sebagai ketua terpilih.
“Polemik berlanjut, kita digugat di pengadilan Mamuju. Namun eksepsi kubu Suraida ditolak, dan kita yang menang,” jelasnya.
Andi Masri mengaku heran dengan keluarnya SK Kwarnas yang justru menetapkan Sitti Suraida sebagai ketua, padahal menurutnya pihaknya yang sah berdasarkan hasil Musda lanjutan dan keputusan pengadilan.
Oleh karena itu, ia menegaskan perlunya Musdalub untuk mencari solusi final.
“Saya sebenarnya legowo kalau tidak terpilih, tapi harus dengan cara-cara yang benar. Kami mau tunjukkan inilah hasil yang sebenarnya. Langkah selanjutnya juga akan kami tempuh ke Kwarnas,” tegasnya.













