Polewali Manda  Komunika Nusantara.  BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Cabang Polewali Mandar menggelar kegiatan sosialisasi perlindungan ketenagakerjaan bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang akan menjalani program magang atau Praktik Kerja Lapangan (PKL). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada siswa mengenai pentingnya perlindungan sosial melalui dua program utama: Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Kamis 12/06/2025.

Kegiatan sosialisasi berlangsung di Aula SMK Negeri 2 Polewali dan dihadiri oleh puluhan siswa kelas XI dari berbagai jurusan teknik dan vokasi. Hadir sebagai narasumber utama, Saputra Bimantara S., selaku Account Representative BPJS Ketenagakerjaan Cabang Polewali Mandar, yang secara langsung menjelaskan manfaat, cakupan, dan prosedur kepesertaan program JKK dan JKM.

“Siswa magang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan sosial sebagaimana tenaga kerja lainnya, karena mereka sudah masuk dalam lingkungan kerja yang mengandung resiko kecelakaan kerja atau bahkan kematian. BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk memastikan mereka terlindungi,” ungkap Bima dalam paparannya.

Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) merupakan perlindungan atas risiko kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja, termasuk kecelakaan di tempat kerja maupun dalam perjalanan dari dan menuju tempat kerja. Manfaat dari program ini meliputi:
• Perawatan dan pengobatan tanpa batas biaya sesuai kebutuhan medis.
• Santunan sementara akibat tidak mampu bekerja (STMB).
• Santunan cacat sebagian atau cacat total tetap.
• Rehabilitasi.
• Santunan kematian akibat kecelakaan kerja.

Sementara itu, program Jaminan Kematian (JKM) memberikan santunan kepada ahli waris peserta yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja. Manfaat program JKM meliputi:
• Santunan kematian sebesar Rp42 juta.

“Kami ingin siswa memahami bahwa resiko kerja nyata adanya, bahkan di dunia magang. Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, maka perlindungan JKK dan JKM akan memberikan rasa aman, baik bagi siswa, keluarga, maupun pihak sekolah,” tambah Bima.

Melalui sosialisasi ini, BPJS Ketenagakerjaan juga mendorong pihak sekolah dan dunia usaha/industri untuk aktif mendaftarkan siswa PKL ke dalam program JKK dan JKM. Pendaftaran peserta magang dapat dilakukan oleh pihak sekolah atau instansi tempat magang dengan biaya iuran yang sangat terjangkau.

“Iuran JKK dan JKM untuk peserta magang sangat ringan, namun manfaatnya besar. Ini merupakan bentuk investasi sosial dalam perlindungan generasi muda yang sedang menjalani pembelajaran kerja di lapangan,” jelas Bima.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini dan berkomitmen untuk mendukung kepesertaan siswa dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan. Menurut Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Polewali, Bapak Mulyadi, kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai bagian dari kesiapan non teknis siswa sebelum turun ke dunia kerja.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya strategis BPJS Ketenagakerjaan dalam memperluas cakupan perlindungan sosial, khususnya bagi kalangan pelajar dan calon tenaga kerja muda. Perlindungan yang dimulai sejak masa magang diharapkan menjadi bagian dari budaya sadar jaminan sosial yang berkelanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here